AKHLAK TERCELA
Perilaku Tercela adalah perbuatan yang tidak Diridhoi oleh Allah. Seorang Menganiaya berarti menyiksa, menyakiti dan berbagai bentuk ketidakadilan seperti menindas, mengambil hak orang lain dengan paksa dan lain-lainnya. Aniaya termasuk perbuatan tercela yang dibenci Allah SWT bahkan sesama manusia. Berbuat Aniaya berarti berbuat dosa. Oleh karena itu, aniaya akan mendatangkan akibat-akibat buruk yang akan diterima oleh pelakunya. Dewasa ini banyak sekali perilaku aniaya bahkan telah menjadi trend dikalangan orang yang memiliki kedudukan tinggi. Mereka selalu menilai seseorang dan memperlakukan seseorang sesuai dengan status sosialnya. Bila seorang pejabat telah menilai seseorang itu jauh lebih rendah dari status sosial yang di jabatnya, bukan tidak mungkin ia akan berbuat seenaknya sendiri. Sungguh moral manusia sudah sangat rusak akibat perilaku tercela tersebut.
Disisi lain, Al-Qur’an juga mengemukakan dan memberi peringatan tentang akhlak-akhlak buruk atau tercela yang dapat merusak iman seseorang dan pada akhirnya akan merusak dirinya serta kehidupan masyarakat. Akhlak buruk itulah yang disampaikan oleh rasulullah yang ditunjukkan oleh kaum Quraisy dahulu untuk memojokkan kebenaran yang disampaikan rasulullah sebagaimana yang dilakukan oleh tokoh-tokoh Quraisy seperti Abu jalal, Walid bin mugirah, Akhnas bin syariq, Aswad bin abdi Yaquts. Oleh karena itu, iman merupakan suatu pengakuan terhadap kebenaran dan harus dipelihara serta di tingkat kan kualitas nya melalui sikap dan perilaku terpuji.
Sifat terpuji dan tercela yang tertanam dalam diri manusia selalu berdampingan dan terlihat dalam perilaku sehari-hari. Apabila perilaku seseorang menampilkan kebaikan, maka terpujilah sikap orang tersebut. Sebaliknya, apabila perilaku seseorang menmpilkan kebaikan atau kejahatan, maka tercelalah sikap orang tersebut. Sifat tercela sangat dilarang oleh Allah SWT dan harus dihindari dalam pergaulan seharihari karena akan merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Kata Madzmumah berasal dari bahasa Arab yang artinya tercela. Akhlak madzmumah artinya akhlak tercela. Istilah ini digunakan oleh beberapa kita btentang akhlak, seperti ihya ‘ulum ad-Din dan Ar-Risalah Al-Qusairiyyah. Istilah yang digunakan adalah masawi’ al-akhlaq sebagaimana digunakan oleh Asy-Syamiri.
Segala bentuk akhlak yang bertentangan dengan akhlak terpuji disebut akhlak tercela. Akhlak tercela merupakan tingkah laku yang tercela yang dapat merusak keimanan seseorang dan menjatuhkan martabatnya sebagai manusia. Bentuk-bentuk akhlak madzmumah bias berkaitan dengan Allah SWT. Rasulullah SAW. Dirinya, keluarganya, masyarakat, dan alam sekitarnya.
Banyak keterangan yang menjelaskan perintah menjauhi akhlak tercela dan pelukanya, diantaranya:
1. Rasulullah SAW. Bersabda :
Artinya: “ seandainya akhlak buruk itu seseorang yang berjalan di tengahtengah manusia, ia pasti orang yang buruk. Sesungguhnya, Allah tidak menjadikan perangai ku jahat.“[1]
2. Rasulullah SAW. Bersabda :
Artinya :”sesungguhnya akhlak tercela merusak kebaikan sebagaimana cuka merusak madu.”
1. Syirik
Syirik secara bahasa adalah menyamakan dua hal, sedangkan menurut pengertian istilah, terdiri atas definisi umum dan lebih khusus . Define umum adalah menyamakan sesuatu dengan Allah dalam hal-hal yang secara khusus dimiliki Allah. Ada 3 macam syirik berdasarkan definisi umum :
1) Asy-syirik fi Ar-Rububiyyah, yaitu menyamakan Allah SWT . Dengan makhluknya mengenai sesuatu berkaitan dengan pemeliharaan alam
2) Asy-syirik fi al-asmawa as shifat , yaitu menyamakan Allah dengan makhluknya mengenai makna dan sifat.
3) Asy-syirik fi al-uluhiyyah ,yaitu menyamakan Allah SWT dengan makhluknya mengenai ketuhanan.
Adapun define syirik secara khusus adalah menjadikan sekutu selain
AllahSWT . dan seperti berdoa dan syafa’at .
Syirik ada dua macam : yaitu syirik Akbar (syirik besar) dan Syirik asghar (syirik kecil) . Syirik akbar adalah menjadikan sukutu selain Allah SWT .lalu menyembah . pelakunya keluar dari islam dan segala amal baiknya terhapus. Jika mati dalam keadaan seperti itu, ia akan abadi dalam neraka jahannam siksanya tidak akan diringankan sedikitpun.
Adapun syirik asghar adalah setiap perbuatan yang menjadi perantara menujun syirik akbar, atau perbuatan yang dicap syirik oleh nash
,tetapi tidak sampai mencapai derajat syirik akbar2
2. Kufur
Kufur secara bahasa berarti menutupi. Kufur merupakan kata sifat dari kafir. Jadi, kafir adalah orangnya, sedangkan kufur adalah sifatnya. Menurut syara’, kufur adalah tidak beriman kepada Allah SWT. Dan rasulnya baik dengan mendustakan atau tidak mendustakan.
Kufur ada dua jenis, yaitu kufur besar dan kufur kecil.Kufur besar adalah perbuatan yang menyebabkan pelakunya keluar dari agama islam dan abadi dalam neraka. Kufur besar ada lima macam, yaitu:
1. kufur karena mendustakan para rasul.
2. kufur karena enggan dan sombong, padahal tahu kebenaran risalah para rasul.
3. kufur karenaragu, yaituragu-raguterhadapkebenaranpararasul.
4. kufurkarena berpaling, yaitu berpaling secara menyeluruh dari agama dan apa yang dibawa para rasul.
2
5.kufur karena nifak, yaitu nifak I’tikad , menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekufuran. [2]
3. Nifaq dan Fasiq
Secara bahasa , nifaq berarti lubang tempat keluarnya yarbu (binatang sejenis tikus ) dari sarangnya jika ia dicari dari lubang yang satu , ia akan keluar dari lubang yang lain. Dikatakan pula, kata nifaq berasal dari kata yang berarti lubang bawah tanah tempat bersembunyinya . Nifaq menurut syara’ ,artinya menampakkan islam dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan dengan kata lain nifaq adalah menampakkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang terkandung didalam hati. Dinamakan demikian karena pelakunya masuk islam melalui satu pintu, lalu keluar dari pintu lain. Atas dasar itu Allah SWT.
Mengingatkan bahwa orang-orang munafik itu orang-orang fasiq.[3]
4. Takabbur dan Ujub
Takabbur terbagi kedalam dua bagian yaitu lahir dan batin. Takabbur batin adalah perilaku dan akhlak diri ,sedangkan takbbur batin adalah perbuatanperbuatan anggota tubuh yang muncul dari takabbur batin. Perbuatanperbuatan buruk yang muncul dari takabbur batin sangat banyak sehingga tidak dapat satu-persatu.
Dilihat dari subyeknya ,takabbur terbagi pada 3 bagian pertama , Tabbur kepada kepad Allah SWT inilah takabbur paling berat dan keji , seperti yang dilakukan fir’aun karena ia mengaku dirinya dapat memerangi Tuhan langit atau takabbur yang diperlihatkan oleh orang-orang yang mengaku sebagai Tuhan.
Kedua, takabbur kepada rasul, yaitu tidak mau mengamalkan ajaran nabi Muhammad SAW .serta menghina dan menyepelekan ajarannya . seperti perilaku orang kafir quraisy yang menentang dakwah nabi Muhammad SAW
.
Ketiga, takabbur kepada terhadap sesama manusia ,yaitu menganggap orang lain remeh dan hina .meskipun tingkatannya lebih rendah daripada yang pertama dan kedua , kesombongan jenis ini tetap merupakan perilaku yang sangat dicela karena kesombongan , keagungan , dan kemuliaan tidak layak , kecuali bagi Allah , Tuhan semesta alam.[4]
5. Dengki
Dalam bahasa arab ,dengki disebut hasad , yaitu perasaan yang timbul diri seseorang setelah memandang sesuatu yang tidak dimiliki olehnya, tetapi dimiliki oleh orang lain , kemudian dia menyebarkan berita bahwa yang dimiliki orang tersebut diperoleh dengan tidak sewajarnya . Menurut imam al-ghazali , dengki adalah membenci kenikmatan yang diberikan Allah SWT . kepada orang lain dan ingin agar orang tersebut kehilangan kenikmatan itu.[5]
6. Ghibah (mengunjing/mengumpat)
Ibnu hajar menuturkan bahwa para ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikan ghibah. Raghib Al-Ashfahani menjelaskan bahwa ghibah adalah membicarakanaib orang lain membicarakan aib orang lain yang tidak ada keperluan dalam penyebutan . Al-ghazali menjelaskan bahwa ghibah adalah menuturkan sesuatu yang berkaitan dengan orang lain apabila penuturannya itu sampai pada yang bersangkutan ,ia tidak menyukainya . Ibnu atsir menjelaskan bahwa ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain yang tidak pada tempatnya walaupun keburukan itu memang ada padanya. An-nawawi menjelaskan bahwa ghibah adalah menuturkan keburukan orang lain, baik yang dibicarakannyaituadapadabadannya, agamanya,keduniaannya, dirinya, kejadiannya, akhlaknya, hartanya, anaknya, orang tuanya, istriatausuaminya, pembanturumahtangganya, pakaiannya, gayaberjalannya, gerakannya, senyumnya, cemberutnya, air mukanya, atau yang lainnya. Tetap disebut ghibah baik yang dengan lisan maupun tulisan, atau yang berbentuk rumus, isyarat dengan mata, tangan, kepala, atau yang lain.
7. Riya’
Kata riya’ diambil dari kata dasar ar-ru’yah, yang artinya memancing perhatian orang lain agar dinilai sebagai orang baik. Riya’ merupakan salah satu sifat tercela yang harus dibuang jauh-jauh dalam jiwa kaum muslim karena riya’ dapat menggugurkan amal ibadah. Riya’ Adalah memperlihatkan diri kepada orang lain. Maksudnya beramal bukan karena Allah SWT. Tetapi karena manusia. Riya’ ini erat hubungannya dengan sifat takabbur.7
Cara menghindari akhlak tercela, antara lain dengan:
1. Selalu mengingat Allah di mana saja berada Rasulullah s.a.w. bersabda:
Artinya : Dari Abu Dzar, Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdurrahman,
Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda : “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik”.
(HR. Tirmidzi, ia telah berkata : Hadits ini hasan, pada lafazh lain derajatnya hasan shahih)
2. Menyadari bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, sedangkan hidup yang abadi adalah setelah kita melewati yaumul hisab nanti dikemudian hari
3. Selalu berdzikir kepada Allah SWT
4. Selalu bertaubat dan beristigfar
Artinya: “Dari Anas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Setiap anak Adam itu mempunyai kesalahan dan sebaik-baik orang yang mempunyai kesalahan ialah orang-orang yang banyak C
1. Bergaul dengan orang-orang yang saleh, karena pergaulan yang tidak islami akan membawa malapetaka bagi diri kita.
Artinya: “Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya yang mukmin.” Riwayat Abu Dawud dengan sanad hasan.
2. Selektif dalam memilih teman
3. Menjauhkan diri dari tempat-tempat yang di dalamnya terdapat maksiat
4. Selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT
5. Meneladani kehidupan para nabi dan rasul serta orang-orang yang saleh.[6]
Hikmah Menghindari Akhlak Tercela
1. Mempertebal Keimanan
Allah telah menurunkan Kitab-kitab dan Rasul-RasulNya adalah untuk memimpin manusia kearah perbaikan Akhlak, agar timbul perbaikan Akhlak, agar timbul gairah pada mereka untuk berbuat kebaikan dan menjauhi kejelekan. Akhlak adalah tiang pembangunan umat, rahasia kebesarannya dan menjadi dasar dari kehidupan dan kebanggaannya. Bila baik akhlak manusia maka akan baik pulalah semua perbutannya dan akan harmonislah hubungannya, baik dengan Allah yang maha pencipta, dengan sesama manusia dan dengan alam sekitarnya.
2. Menambah giat beribadah
Seperti diketahui bahwa ibadah pokok dalam islam adalah shalat, puasa, zakat dan haji tidak hanya untuk mendekatkan hubungan dengan Allah, tetapi juga mempunyai pengaruh terhadap pembentukan budi pekerti yang baik.
Misalnya:
3. Shalat itu untuk mencegah kejahatan dan kemungkaran.
4. Puasa menciptakan sifat taqwa dan taqwa itu adalah suau budi pekerti yang baik. Karena intisari taqwa itu mengandung tiga unsur yaitu:
• Menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yan dimurkai oleh Allah.
• Menghindari perbuatan-perbuatan yang merugikan diri sendiri (mendatangkan kemudharatan).
• Menjauhkan perbuatan-perbuatan yang merusak/merugikan orang lain.
5. Zakat menempa jiwa yang suci dan bersih.
6. Haji menghindarkan kejahtan dan pemusuhan.
Dalam Al Qur’an Allah SWT. Berfirman:
Artinya : “barang siapa yang mengerjakan ibadah haji, dan tidak boleh berkata kotor, berlaku jahat dan bermusuhan dalam masa melaksanakan ibadah haji” (Al Baqarah 197)
Ketiga larangan Allah tersebut erat sekali hubungannya dengan pembinaan akhlak dan peningkatan budi pekerti yang luhur9
Penanggulangannya
1. Pembinaan Akhlaq
Pembinaan adalah suatu usaha untuk membina. Membina adalah memelihara dan mendidik, dapat diartikan sebagai bimbingan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian utama.
9
Maksud dan tujuan pendidikan akhlaq atau kesusilaan adalah memimpin anak setia dalam mengerjakan segala sesuatu yang baik dan meninggalkan yang buruk atas kemauan sendiri dalam segala hal dari setiap waktu.
2. Peningkatan Kualitas Akhlaq
a. Menurut Ali Kholil Abu ‘Aini
1) Pengajaran tentang cara beramal dan pengalaman / keterampilan.
2) Mempergunakan akal
3) Contoh yang baik dan jujur
4) Perintah kepada kebaikan, larangan perbuatan munkar, saling berwasiat kebenaran, kesabaran, dan kasih sayang
5) Nasihat-nasihat
6) Kisah-kisah
7) Tamsil (perumpamaan)
8) Menggemarkan dan menakutkan atau dorongan dan ancaman
9) Menanamkan kebiasaan baik dan menghilangkan kebiasaan buruk
10) Menyalurkan bakat 11) Peristiwa-peristiwa yang lalu
b. Menurut Prof. Dr. H. M Arifin Med
1) Perintah dan larangan
2) Cerita-cerita orang-orang yang taat dan orang -orang berdosa (tidak taat) serta akibatakibat dari perbuatannya.
3) Peragaan, misalnya manusia disuruh melihat kejadian alam ini
4) Instruksional (bersifat pengajaran) misalnya menyebutkan sifat-sifat orangorang yang beriman.
5) Acqusition ( self education ), misalnya menyebutkan tingkah laku orang yang munafik yang merugikan diri sendiri
6) Mutual education (mengajar dalam kelompok) misalnya nabi mengajar cara sholat kepada para sahabatnya dengan contohperbuatan
7) Exposition (dengan penyajian) yang didahului dengan motivasi (menumbuhkan minat) yakni dengan memberikan moqodimah (pengantar) lebih dahulu, kemudian pelajaran
8) Function (pelajaran dihidupkan dengan praktek) misalnya nabi mengajarkan hukum dan syarat-syarat haji
Konsep pendidikan modern saat ini sejalan dengan pandangan Imam Al Ghozali tentang pentingnya pembiasaan melakukan suatu perbuatan sebagai suatu metode pembentukan akhlaq yang utama, terutama pembiasaan itu dapat berpengaruh baik terhadap jiwa manusia, yang mmemberikan rasa nikmat jika diamalkan sesuai dengan akhlaq yang telah terbentuk dalam dirinya, yang tentunya kesemuanya itu memerlukan sikap disiplin dalam prosesnya.10
DAFTAR PUSTAKA
Muhammad bin Ibrahim al-hamad, Akhlak-akhlak buruk(Pustaka Darul
Ilmi,2004),
Rosihon Anwar,akhlak tasawuf (bandung;cv pustaka setia ,2010)
[1] Rosihon Anwar,akhlak tasawuf (bandung;cv pustaka setia ,2010) hlm.121
[2] ibid
[3] ibid
[4] ibid
[5] ibid
[6] Muhammad bin Ibrahim al-hamad, Akhlak-akhlak buruk(Pustaka Darul Ilmi,2004),hlm.99
0 Response to "AKHLAK TERCELA"
Posting Komentar