KEMBANGIN POTENSI DIRIMU !!

BERIMAN KEPADA ALLAH



Setiap muslim wajib meyakini, bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah, ditaati perintah-Nya dan dijauhi larangan-Nya, serta dijadikan tujuan akhir dari segala yang dibaktikan manusia, selain Allah SWT. Dia-lah Tuhan yang sebenarnya dan ynag mempunyai segala sifat kesempurnaan serta bersih dari segala sifat kekurangan. Dia Maha Esa, tidak sekutu bagi-Nya, dan tidaka ada satu pin yang menyerupai-Nya. Dia kekal abadi, Dia yang Pertama tak berpermulaan, dan yang Terakhir tak berkesudahan, Dia Maha Mengetahui , dan Dia Mahakuasa.[1]Allah berfirman :
 يَا أيَهَُّا الذَِّي نَ آمَنوُا اتقَّوُا اللَّّ َ حَقَّ  تقُاَتِهِ  وَلَ  تمَُوتنَُّ  إِلَّ  وَأنَْتمُْ  مُسْلِمُونَ
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenarbenarnya takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam.(QS. Ali Imran: 102)[2].
 Mereka yang mengimani Allah SWT. Disertai Tauhid ikhlas dan tidak mengotorinya dengan syirik, akan di sediakan Surga yang penuh dengan berbagai kenikmatan. Hal ini seperti diisyaratkan Rasulullah SAW.: 
“ Siapa yang mengucpakan,’ Aku rela Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai Agamaku, dan Nabi Muhammad SAW, Sebagai Rasul.’ Wajiblah ia masuk surga.” (H.R. Abu Daud).[3]Firman Allah : 
ۖ  وَب شَِرِ  الذَِّينَ  آمَنوُا وَعَمِلوُا الصَّالِحَاتِ  أنََّ  لهَُمْ  جَناَّ ت  تجَْرِي مِنْ  تحَْتهَِا الْْنَْهَارُ  كُلمََّا رُزِقوُا مِنْهَا مِنْ  ثمََرَ ة  رِزْقاً ۙ قَالوُا هََٰذاَ الذَِّي رُزِقْنَا مِنْ  قَبْلُ  ۖ وَأتُوُا بِهِ  مُتشََابهًِا ۖ وَلهَُمْ  فِ يهَا
 أزَْوَا ج  مُطَهَّرَة   ۖ وَهُمْ  فِيهَا خَالِدوُنَ
Artinya: “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungaisungai didalamnya. Setiap mereka diberi rizki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka berkata,’ Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.’ Mereka diberi buah-buahan yang serupa unruk mereka didalamnya ada istri-istri yang suci, dan kami masukan mereka ketempat yang teduh lagi nyaman .” (Al
Baqarah : 25).[4] 
ۖ  وَب شَِرِ  الذَِّينَ  آمَنوُا وَعَمِلوُا الصَّالِحَاتِ  أنََّ  لهَُمْ  جَناَّ ت  تجَْرِي مِنْ  تحَْتهَِا الْْنَْهَارُ  كُلمََّا رُزِقوُا مِنْهَا مِنْ  ثمََرَ ة  رِزْقاً ۙ قَالوُا هََٰذاَ الذَِّي رُزِقْنَا مِنْ  قَبْلُ  ۖ وَأتُوُا بِهِ  مُتشََابهًِا ۖ وَلهَُمْ  فِيهَا
 أزَْوَا ج  مُطَهَّرَة   ۖ وَهُ مْ فِيهَا خَالِدوُنَ

Orang-orang yang bertakwa ialah mereka yang pikirannya benar, pakaiaanya sederhana, jalannya tawadhu, menggunakan telingannya untuk mendengarkan ilmu yang bermanfaat. Hatinya tenang dalam menghadapi bencana seperti saat senang. Sekirannya tidak ada ajal yang telah diteteapkan Allah nisca ruh mereka tidak pernah diam dijasad mereka lantaran rindu kepada rabb-Nya. Allah begitu besar dan agung dalam pandangannya, sehingga yang selainnya adalah kecil. Hatinya selalu duka, sedang mereka menahan diri dari berbuat jahat. Tubuhnya kurus, kebutuhannya sedikit, dan mempunyai sifat iffah (menjaga kehormatan diri). Dunua mengejarnya, tetepi mereka tidak menginginkannya. Mereka sabar dalam menjalani rangkaian hari-hari dunia yang sementara untuk kemudian digantikan dengan istirahat panjang. Dikala malam, mereka berdiri untuk qiyamulail, membaca Al Qur’an. Apabila bertemu dengan ayat pelipur jiwa, maka jiwanya tergugah karena rindu, dan manakala berjumpa dengan ayat ancaman maka mereka sadar dan menganggap bahwa suara gejolak api jahannam terdengar langsung oleh telingannya, meminta ampun dengan perlindungan. Adapun siang hari, mereka adalah tenang dan menjadi ulama yang suka berbuat kebajikan lagi bertakwa. Harinya penuh dengan rasa takut (kepada Allah), sehingga dilihat oleh orang lain, seolah-olah mereka sedang sakit, padahal tidak. Mereka tidak puas dengan amal yang sedikit dan tidak menganggap banyak amal yang telah mereka kerjakan. Mereka memandang dirinya bersalah dan belum berbuat apa-apa. Manakala dirinya bersih dari berbuat maksiat dan kemalasan, mereka takut kalau orang menyayangkanya seperti itu. Sehingga berkata,’ aku lebih tau tentang diriku dari pada orang lain. Rabb-ku lebih mengetahui tentang aku daripada diriku sendiri. Ya Allah janganlah Engkau siksa aku jarena percakapan mereka tentang aku dan jadikanlah aku lebih baik dari yang mereka sangka, serta maafkanlah aku dari apa yang pernah aku perbuat.[5] 
Diantara ciri-ciri orang-orang yang bertakwa ialah:
1.      Ia kuat dalam beragama
2.      Memiliki keimana yang kokoh
3.      Tamak akan ilmu
4.      Beramal dengan penuh kesantunan 
5.      Sederhana sekalipun kaya 
6.      Khusyu dalam beribadah 
7.      Sabar menghadapi musibah 
8.      Mencari yang halal semangat untuk mencari hidayah  9. Ia beramal saleh dengan penuh rasa takut 
10.  Zuhud terhadap dunia.
11.  Mengamalkan ilmu dalam bentuk perbuatan
12.  Jiwanya bersifat qanaah
13.  Mampu menahan nafsu lawwamah dan amarah 
14.  Bersyukur jika memperoleh nikmat 
15.  Tidak zhalim terhadap orang yang membencinya,dll.
Dengan demikian menjadi jelas bahwa orang-orang bertakwa, yang mendapat surga Allah itu adalah orang-orang yang mempersiapkan dirinya untuk surga dengan kesiapan yang bersifat positif, bukan negatif atau pasif. Bahkan karna sifat-sifat agung yang dimilikinya, Allah SWT menjanjikan keberuntungan dan kemenangan untuk mereka didunia dan diakhirat.[6]
Allah mencintai mereka seperti yang tercantum dalam ayat :
  بلََ ىَٰ مَنْ  أوَْفىََٰ  بعِهَْدِهِ  وَاتقََّ ىَٰ فإَ نَِّ اللَّّ َ يحُِبُّ  الْمُتقَِّينَ
“.....sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.”(Ali Imran 76)[7]




[1].Tarmana Abdul Qosi,keriteria keimanan,(Bandung: Tri genda karya,1993) hlm.19
[2]Akidah akhlak,(Citra pustaka).hlm.12
[3] Ibid.hlm.21
[4]Thaha Abdullah ‘Afifi,120 kunci surga,(Jakarta: Gema Insani press,1996) hlm.39
[5]Ibid.hlm.59
[6] Ibid.hlm.61
[7] Ibid.hlm.62

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "BERIMAN KEPADA ALLAH"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Get the latest article updates from this site via email for free!