KEMBANGIN POTENSI DIRIMU !!

GERAK REFLEKS


Gerak refleks merupakan gerakan yang dilakukan tanpa sadar dan merupakan spontan segera setelah adanya rangsang. Gerak refleks akan berhubungan dengan saraf-saraf yang ada dalam tubuh. Secara normal seseorang pasti akan mengalami gerak reflkes, jika tidak,maka seseorang itu mengalami gangguan pada sistem sarafnya. Jadi jika orang tidak mengalami gerak refleks karena adanya rangsang yang tiba-tiba, maka  pada tubuh terjadi patologis pada sistem sarafnya. Sedangkan saraf merupakan hal yang penting dalam tubuh karena merupakan pusat koordinasi kegiatan tubuh. Maka berawal dari pentingnya saraf  bagi tubuh ini, kami membuat makalah tentang gerak releks, karena gerak refleks pada manusia dapat menjadi salah satu patokan apakah sistem saraf pada suatu individu itu mengalami patologis atau tidak.
Gerak spontan, yang tidak disadari terhadap suatu perangsang luar. Gerak ini sebagian besar untuk melindungi diri dari bahaya. Diberinya rangsangan tertentu pada susunan saraf, gerak itu tidak dihubungkan dengan otak, jadi sebenarnya tidak disadari. Refleks adalah respons otomatis terhadap stimulus tertentu yang menjalar pada rute yang disebut lengkung refleks.[1]Sebagian besar proses tubuh involunter (misalnya, denyut jantung, pernapasan, aktivitas pencernaan, dan pengaturan suhu) dan respons somatis (misalnya, sentakan akibat suatu stimulus nyeri atau sentakan pada lutut) merupakan kerja refleks.
Ciri gerak refleks yaitu:
1.      Dapat diramalkan jika rangsangannya sama
2.      Memiliki tujuan tertentu bagi organisme tersebut
3.      Memiliki reseptor tertentu dan terjadi pada efektor tertentu
4.      Berlangsung cepat, tergantung pada jumlah sinapsis yang dilalui impuls
5.      Spontan, tidak dipelajarai dulu
6.      Fungsi sebagai pelindung dan pengatur tingkah laku hewan
7.      Respon terus menerus dapat menyebabkan kelelahan
Gerak refleks maupun juga tindakan refleks merupaka suatu gerakan spontan dari setiap organ ataupun bagian tubuh yang telah menerima stimulus. Hal akan ini terjadi tanpa kita kesadaran apapun dan langsung. Refleks akan melindungi tubuh dari mara bahaya. Jadi bagaimana refleks yang akan terjadi setelah Anda akan menyentuh kompor? Di tangan Anda pada ujung saraf yang akan mengambil stimulus atau akan membawanya ke tulang belakang atau otak. Akhir saraf (dalam hal ini akan terbakar tangan Anda) disebut neuron sensorik (juga seing disaebut sebagai neuron aferen) karena banyak dibutuhkan stimulus – panas ke tangan – ke kolom tulang yang belakang dan otak untuk interpretasi. Otak lalu kemudian menafsirkan stimulus dan juga mengirim pesan kembali ke otot-otot di tangan oleh neuron motorik (juga serig disebut neuron eferen). Proses ini disebut dengan lengkung refleks.

Jenis-Jenis Gerak Refleks
1. Jenis gerak refleks akibat adanya otot rangka yang bergerak
·         Fleksor
·         Ekstensor
·         Alat gerak
·         Statokinetik.
2. Jenis gerak refleks yang melibatkan fungsi organ internal
·         Pencernaan
·         Jantung
·         Ekskresi
·         Sekresi
3. Jenis gerak refleks berdasarkan tingkat kompleksitas neuron (saraf)
Refleks monosynaptic (atau monosegmental), yang hanya banyak melibatkan satu segmen dari sistem saraf pusat, Refleks multisynaptic (atau intersegmental) , yang akan melibatkan lebih dari satu segmen dari sistem saraf pusat, Refleks monosynaptic juga berarti hanya ada satu neuron yang akan terlibat setiap jalan di jalan ke sumsum tulang belakang (disebut aferen atau neuron sensorik) atau satu dari sumsum tulang belakang (disebut eferen atau juga neuron motorik). misalnya dari refleks monosynaptic merupakan patela (knee jerk) refleks.
Sebuah refleks multisynaptic, karena Anda akan bisa menebak, lebih kompleks. Dalam bentuk yang paling sederhana, refleks multisynaptic juga mempunyai lebih dari satu neuron (disebut interneuron) dalam tahap lengkung refleks. Hal ini juga banyak melibatkan lebih dari satu area sistem saraf pusat –yang biasanya sumsum tulang belakang atau otak.misalnya dari jenis ini merupakan refleks fleksor.
Refleks ini dapat mempunyai rangsang (sering dikenal dengan memfasilitasi) tindakan ataupun inhibisi (melemah atau penekan) aktivitas. Sebagai contohnya, kita dapat mempelajari tindakan refleks pada detak jantung. Refleks rangsang saraf simpatis akan banyak meningkatkan detak jantung. Untuk menurunkan suatu detak jantung, atau bahkan dapat menghentikan detak jantung, saraf vagus ialah refleks penghambatan.
Refleks regangan merupakan salah satu dari refleks yang paling sederhana atau monosynaptic. Ini kontraksi otot yang akan diregangkan atau juga dapat memberikan kontribusi untuk menyeimbangkan maupun koordinasi. Sebuah refleks tendon dalam ialah misalnya. Bagaimana cara kerjanya? Ketika Anda lalu berdiri, lutut akan menekuk sedikit, atau juga tanpa refleks tendon dalam yang akan terletak suatu di sekitar lutut Anda, Anda akan bisa jatuh. Refleks yang akan meluruskan lutut Anda atau menjaga Anda berdiri tegak jika Anda kehilangan keseimbangan. Selain ini dari lutut, refleks tendon dalam yang akan terletak di sepanjang bagian luar siku, atau juga pada pergelangan tangan dan pergelangan kaki.

Mekanisme Gerak Refleks
Mekanisme gerak refleks merupakan suatu gerakan yang akan terjadi secara tiba-tiba diluar kesadaran kita. Refleks fleksor, penarikan kembali tangan secara refleks dari rangsangan yang sangat berbahaya, merupakan suatu reaksi perlindungan. Refleks ekstensor (polisinaps), rangsangan dari reseptor perifer yang akan dimuali dari fleksi pada anggota badan yang yang juga berkaitan dengan adanya ekstensi anggota badan. Gerak refleks merupakan suatu bagian dari mekanisme pertahanan tubuh atau juga terjadi jauh lebih cepat dari gerak sadar.yang Misalnya, menutup mata pada saat akan terkena debu. Untuk dapat terjadinya gerak refleks maka dibutuhkan struktur sebagai berikut yaitu: organ sensorik yang banyak menerima impuls contohnya kulit. Serabut saraf sensorik yang akan menghantarkan impuls tersebut menuju sel-sel ganglion radiks posterior dan lalu selanjutnya serabut sel-sel akan melanjutkan impuls-impuls yang akan menuju substansi pada kornu posterior medulla spinalis. Sumsum tulang belakang akan menghubungkan antara impuls menuju kornu anterior medulla spinalis. Sel saraf akan menerima impuls atau dapat mengahntar impuls-impuls ini melewati serabut motorik. Organ motorik akan melaksanakan rangsangan karena dirangsang oleh impuls saraf motorik.
Tubuh kita mempunyai bagian tubuh yang akan berfungsi sebagai penerima rangsang, yakni alat indera. Bagian tubuh ini sering juga reseptor. Reseptor ini juga mempunyai syaraf-syaraf khusus yang bisa mendeteksi rangsangan yang tertentu. contohya:rangsang cahaya pada mata , rangsang sentuhan, suhu, gesekan, rasa sakit pada kulit ,bau pada hidung,ada rasa pada lidah , suara pada kuping. Setelah itu syaraf-syaraf yang akan disebut neuron reseptor ini akan mengirimkan sinyal listrik menuju otak. lalu Informasi ini akan diolah sesuai dengan kehendak kita.lalu Kemudian otak yang akan mengirim respon menuju organ yang disebut efektor. Efektor meliputii yaitu : otot, kelenjar, dll. Respon yang akan dikirim otak ini ada yang akan dikirim secara otomatis, ada pula yang hanya dikirim bila kita menghendakinya.

Proses Terjadinya Gerak Refleks
Gerak refleks merupakan suatu gerak yang tidak akan disadari. Hantaran impuls pada gerak refleks mirip seperti pada gerak biasa.yang Bedanya, impuls pada gerak refleks tidak akan melalui pengolahan oleh pusat saraf. Neuron ada di otak hanya yang berperan sebagai konektor saja. Ada 2 macam neuron konektor, yakni neuron konektor di otak atau juga di sumsum tulang belakang.misalnya gerak refleks yang akan melalui neuron konektor otak, yakni mata mengecilbsaat yang akan terkena cahaya yang terang. misalnya gerak refleks yang melalui neuron konektor sumsum tulang belakang, yaitu kaki akan terangkat saat lutut dipukul. Urutan perjalanan impuls pada gerak refleks secara skematis sebagai berikut yaitu:
·   Rangsang
·   Reseptor
·   Neuron sensorik
·   Konektor (otak/sumsum tulang belakang)
·   Neuron motorik
·   Efektor
Rangsangan pada gerak refleks tidak ditanggapi oleh otak layaknya gerak – gerak biasa yang kita lakukan sehari – hari, ini dikarenakan gerakan tersebut digunakan untuk  melindungi tubuh yang sifatnya berbahaya dan terjadi sangat cepat sekali. Jadi jika respon tersebut masih harus diolah di otak, akan menyebabkan sesuatu yang buruk terjadi pada tubuh kita. Analisis dari contoh tangan yang tekena sengatan api tadi, bila otak masih harus membuat keputusan  antara dihindari atau tidak, sedangkan api itu sudah akan membakar tangan kita. Untuk itu sistem saraf yang menangani gerak refleks adalah sumsum tulang belakang, sedangkan otak berfungsi untuk koordinasi tubuh  yang utama . Gerak refleks biasanya terjadi sangat cepat sekali sehingga gerakannya kadang tidak disadari oleh otak.
Adapun alur  yang tejadi pada gerak refleks ialah rangsang yang diterima  oleh reseptor atau alat indera (dari contoh tadi berupa sengatan api) dibawa oleh sel saraf sensorik ke sumsum tulang belakang untuk diproses dan respon tadi diteruskan oleh  sel saraf motori ke otot untuk melakukan reaksi ( berupa gerakan menarik tangan dengan cepat). Bila digambarkan secara sederhana sebagai berikut:
Rangsangan ---> Sel saraf sensorik ---> Sumsum tulang belakang ---> Sel saraf motorik ---> Otot (Wilarso, J & Zaipudin, n.d)
Gerak merupakan aktivitas yang tak pernah terlupakan oleh kita, dan dalam prosesnya  dikendalikan oleh sistem saraf, dengan cara menerima rangsang, mengirimkan impuls ke pusat saraf kemudian memberi tanggapan atau respon yang akan dilakukan oleh otot ataupun kelenjar (Wilarso, J & Zaipudin, n.d). Gerakan dibedakan menjadi dua yaitu gerak biasa dan gerak refleks. Kedua gerakan ini diatur oleh dua sistem saraf pusat yang berbeda pula. Pada gerak biasa diatur oleh otak (sebagai pusat kesadaran) sedang pada gerak refleks diatur oleh sumsum tulang belakang.
 Aktivitas di lengkung reflex dimulai di reseptor sensorik, berupa potensial reseptor yang besarnya sebanding dengan kuat rangsang. Potensial reseptor membangkitkan potensial aksi  yang bersifat gagal atau tuntas disaraf aferen. Jumlah potensial aksi sebanding dengan besarnya potensial generator. Di sistem saraf pusat terjadi respons bertahap berupa potensial pascasinaps eksitatorik dan potensial pasca sianaps inhibitorik yang kemudian bangkit di saraf tertaut-taut sinaps.  Respon yang kemudian bangkit di saraf eferen adalah respon yang bersifat gagal atau tuntas. Bila potensial aksi ini mencapai efektor, akan terbangkit lagi respons bertahap. Di efektor yang berupa otot polos, responnya akan bergabung untuk kemudian mencetuskan potensial aksi di otot polos. Tetapi bila efektornya berupa otot rangka, respons bertahap tersebut selalu cukup besar untuk mencetuskan potensial aksi yang mampu menimbulkan kontraksi otot.
Perlu ditekankan bahwa hubungan antara neuron aferen dan eferen biasanya terdapat di susunan saraf pusat, dan aktivitas di lengkung reflex merupakan aktivitas yang termodifikasi oleh berbagai rangsangan yang terkumpul (konvergen) di neuron eferen.
Contoh gerak refleks seperti mengangkat tangan ketika terkena api, mengangkat kaki ketika tertusuk duri, berkedip ketika ada benda asing yang masuk ke mata, bersin serta batuk. Urutan perambatan impuls pada gerak refleks yaitu:
Stimulus pada organ reseptor – sel saraf sensorik – sel penghubung (asosiasi) pada sumsum tulang belakang – sel saraf motorik – respon pada organ efektor.
Jalan pintas pada gerak refleks yang memungkinkan terjadinya gerakan dengan cepat disebut lengkung refleks. Macam gerak refleks yaitu refleks otak dan refleks sumsum tulang belakang. Refleks otak terjadi apabila saraf penghubung (asosiasi) terdapat di dalam otak, seperti gerak mengedip atau mempersempit pupil pada saat ada cahaya yang masuk ke mata. Refleks sumsum tulang belakang terjadi apabila sel saraf penghubung terdapat di dalam sumsum tulang belakang seperti refleks pada lutut.



DAFTAR PUSTAKA
Mar’at, Samsunuwiyati. Psikologi Perkembangan. Bandung Pt Remaja Rosdakarya. 2016
Ahmad, Abu. Psikologi Umum.Jakarta Rineka Cipta.2003
Kartono Kartini. Psikologi Umum.Mandar Maju. 1984
Ahmadi, Abu. Psikologi Umum.Jakarta Pt Rineka Cipta.2009
Jurnal Repository.unair.ac.id>




[1] Samsunuwiyati Mar’at, Psikologi Perkembangan,( Bandung: Pt Remaja Rosdakarya. 2016), h. 92

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "GERAK REFLEKS"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Get the latest article updates from this site via email for free!