KEMBANGIN POTENSI DIRIMU !!

HURUF HIJAYYAH, MAKHARIJUL HURUF DAN SIFAT HURUF


Tidak dapat dipungkiri, bahwa agama islam memiliki misi dakwah yang sangat tinggi, yaitu dengan tercapainya rahmatan li ‘alamiin. Islam merupakan agama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad untuk disampaikan kepada  umatnya, dan supaya dipahami serta dijalankan dengan Kaffah. Ajaran islam memberi petunjuk kepada orang-orang yang takwa, memberi petunjuk kepada seluruh umatnya, dan memberi rahmat untuk seluruh alam semesta.
Bila disikapi secara seksama, ketiga misi ini arahnya ditujukan kepada umat Islam, lantas sekupnya diperluas kepada seluruh umat manusia, umat Islam maupun di luar Islam, dan pada arah misi yang ketiga cakupannya menjadi sangat luas yaitu mencakup seluruh alam semesta. Demikian juga, tujuan dari misi Islam mencakup tiga level, yaitu membangun peradapan pada level orang-orang bertaqwa, selanjutnya membangun peradaban untuk seluruh lapisan umat manusia.
Setiap umat Islam telah ditetapkan oleh Allah swt sebagai khalifah Allah di muka bumi ini, dan setiap kita memiliki  tanggung jawab untuk selalu menyampaikan setiap ajaran itu sebagaimana diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad saw. ini berarti setiap umat Islam berkewajiban untuk melaksanakan ibadah mahdloh  maupun ghoiru mahdloh.
Praktikum ibadah pada dasarnya bertujuan untuk melatih mahasiswa agar mampu memahami dan mempraktekkan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari baik untuk dirinya sendiri maupun lingkungannya. Praktikum ini juga diharapkan mampu membangun budaya baru dikalangan mahasiswa yang tidak hanya mampu mengetahui dan memahami ajaran Islam, tetapi juga mereka merasa butuh untuk mengamalkan ajaran tersebut.

Pentingnya Belajar Membaca Al-Qur’an
Bacaan Al-Qur’an menjadi ibadah apabila dalam membacanya benar dan sesuai dengan kaedah Ilmu Tajwid. Seseorang tidak akan tahu apakah bacaannya itu benar atau salah kecuali dengan berguru dan belajar kepada guru(yang ahli) Al-Qur’an yang muttashil (bersambung) sanadnya kepada Rasulullah saw.
Tajwid secara bahasa berasal dari jawwada, yujawwidu, tajwidan yang artinya membaguskan atau membuat jadi bagus. Dalam pengertian lain menurut bahasa, Tajwid dapat pula diartikan sebagai segala sesuatu yang mendatangkan kebajikan.
Sedangkan Ilmu Tajwid secara istilah adalah ilmu yang memberikan segala pengertian tentang huruf, baik hak-hak huruf dipenuhi, yang terdiri atas sifat-sifat huruf, hukum-hukum madd, dan lain sebagainya. Hukum mempelajari ilmu Tajwid adalah fardhu kifayah.sedangkan memakai ilmu Tajwid dalam membaca Al-Qur’an hukumnya fardhu ‘ain.

Adab Membaca Al-Qur’an
Sebagai kitab suci, Al-Qur’an mempunyai adab tersendiri bagi orang yang membacanya. Setiap orang yang hendak atau sedang membaca Al-Qur’an harus memperhatikan adab-adab tersebut. Yaitu:
1.    Al-Qur’an harus dibaca dengan tartil sebagaimana diperintahkan oleh Allah swt. dalam surat Al-Muzammil ayat 4, Allah swt. berfirman yang artinya: “.. Dan bacalah Al-Qur’an dengan tartil” (QS. Al-Muzammil: 4).
2.    Ilmu Tajwid merupakan perantara bagi seseorang agar dapat membaca Al-Qur’an dengan tartil.
3.  Disunnahkan membaca Al-Qur’an dengan suara yang merdu dan bagus sehingga menambah keindahan Al-Qur’an.
4.   Sangatlah baik sebelum membaca Al-Qur’an kita berwudlu terlebih dahulu karena kita hendak membaca kitab suci yang agung.
5.   Disunnahkan dalam membaca Al-Qur’an di luar shalat dengan menghadap kiblat karena sebaik-baik tempat beribadah adalah menghadap kiblat.
6.   Sebelum membaca Al-Qur’an, disunnahkan membaca isti’adzah dan basmalah terlebih dahulu.

Tanda Baca dan Huruf-huruf Hijaiyyah
1. Tanda baca
a)   (ُ) Sering disebut sebagai dhammah yang kedudukannya marfu’ (diangkat atau ditinggikan)                                                                                  ضَمَّةٌ
b)    (َ ) Sering disebut sebagai fathah yang berarti bukaan kedudukannya adalah rasab (dibatasi)         فَتْحَةٌ                                                                 
c)    (ِ) Sering disebut sebagai kasrah yang kedudukannya dikristalkan atau dipadatkan (jaar)   كَسْرَةٌ                                                                       
d)  (ْ ) Sering disebut sukun, atau jazm yang kedudukannya kosong atau mati
e)   ( ٰ) Sering disebut fathah panjang atau mad’i  yang kedudukannya sama dengan alif atau alif mati.
f)    ( ّ) Sering disebut tasydid atau syaddah yang kedudukannya adalah ditekankan atau dikuadratkan.
g)   ( ً) Sering disebut fathahtain, fathah ganda.
h)   (ٍ) Sering disebut kasrahtain, kasrah ganda.
i)     ٌ) Sering disebut sebagai dhammahtain, tanwin dhammah.[1]
2. Huruf hijaiyyah
Huruf hijaiyyah adalah kumpulan huruf-huruf Arab yang berjumlah 29 huruf. Huruf-huruf inilah yang terpakai dalam Al-Qur’an dan dikenal pada masa sekarang. Kedua puluh sembilan tersebut adalah:
 ا ب ت ث ج ح خ د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك ل م ن و ه ء ي
Masing-masing huruf hijaiyyah tersebut memiliki karakteristik tertentu yang berbeda, baik ditinjau dari tempat keluarnya huruf maupun sifat-sifat yang melekat pada huruf tersebut.[2]
Makharijul Huruf                 
1.  Pengertian makharijul huruf
          Makhroj ditinjau dari morfologi berasal dari Fi’il Madly “خرج” yang berarti keluar. Kemudian diikutkan wajan”مفعل” yang bershiqot Isim Makan, maka menjadi”مخرج” yang berarti tempat keluar. Bentuk jama’nya adalah”مخارج الحروف” yang berarti tempat-tempat keluar. Jadi”Makhorijul Huruf” berarti tempat-tempat keluar huruf.
          Secara bahasa Makhroj   موضعartinya, yang berarti tempat keluar. Sedang menurut istilah, Makhroj adalah:
اسم للمحلّ الّذى ينشا ءمنه الحرف
          Jadi, Makhorijul huruf adalah tempat-tempat keluarnya huruf pada waktu huruf-huruf itu dibunyikan.
          Ketika membaca Al-Qur’an, setiap huruf harus dibunyikan sesuai Makhrojnya. Kesalahan dalam pengucapan huruf dapat menimbulkan perbedaan makna dan kesalahan arti pada bacaan yang sedang dibaca. Dalam kondisi tertentu, kesalahan ini bahkan dapat menyebabkan kekafiran apabila dilakukan dengan sengaja dan benar.
          Contoh kesalahan makhroj yang menyebabkan berubahnya arti misalnya kha’nya lafazh”الرحيم” pada kalimat Basmalah yang terbaca kho”الرخيم”.  Maka jauhlah artinya dari apa yang dikehendaki Allah SWT.
2. Pembagian makhrijul huruf
          Para ulama berbeda pendapat tentang pembagian Makhrijul huruf. Imam Syibawaih dan asy-Syathibiy berpendapat bahwa makhroj huruf terbagi atas 16 makhroj, sementara menurut Imam al-Fara’ terbagi atas 14 makhroj. Namun pendapat paling masyhur dalam masalah ini adalah yang menyatakan bahwa makhorijul huruf terbagi atas 17 huruf. Imam Kholil bin Ahmad menjelaskan bahwa pendapat inilah yang banyak dipegang oleh Qori’ termasuk Imam Ibnu Jazariy- serta para ahli Nahwu.
          Lima tempat yang dimaksud dalam makhorijul  huruf ialah:
a.
Al-Jauf
Lobang(rongga)tenggorokan dan mulut
1 Makhroj
b.
Al-Halq
tenggorokan
3 Makhroj
c.
Al-Lisan
Lidah
10 Makhroj
d.
Asy-Syafatan
Dua bibir
2 Makhroj
e.
Al-Khoisyum
Pangkal hidung
1 Makhroj

3. Perincian makhorijul huruf
a.       Al-Jauf
Al-Jauf artinya rongga tenggorokan dan mulut, dari rongga tenggorokan dan mulut ini muncul 1 makhroj yang dikenal dengan makhroj Al-Jauf. Dan dari makhroj Al-Jauf ini keluar tiga huruf mad, Yaitu:
·    Alif(ا), membacanya dengan cara menyembunyikan alif tidak sama dengan cara menyembunyikan hamzah. Hamzam keluar dari makhroj Al-Halq dan tersifati oleh Syiddah, sedang alif tersifati oleh Rikhwa(lawannya).
·    wawu(و), Bunyi huruf wawu yang bersukun atau dalam keadaan mati tidak sama dengan bunyi huruf wawu yang keluar dari bibir(Asy-Syafatan) yang dalam keadaan hidup atau berharakat. Bunyo waawu dalam makhroj AL-Jauf adalah wawu yang disukun atau mati dan huruf sebelumnya berharakat Dlommah, cara membacanya di[panjangkan 2 harakat karena menjadi mad Ashliy.
·    Ya(ي) Bunyinya yang bersukun tidak sama dengan ya’ yang keluar dari tengah lidah(wasthul lisan), yang dalam keadaan hidup atau berharakat. Cara membacanya dibacakan 2 harakat karena menjadi mad Ashliy, suara panjang tersebut keluar dari rongga tenggorokan dan mulut(Al-Jauf).

b.      Al-Halq
Al-Halq artinya tenggorokan, maksudnya ialah tempat keluarnya huruf yang terletak pada tenggorokan. Dari AL-Halq keluar 3 makhroj yang digunakan untuk tempat keluarnya 6 huruf. Ketiga makhroj itu ialah Aqshol Halq(tenggorokan bagian dalam), wasthul halq(tenggorokan bagian tengah), dan Adnal Halq(tenggorokan bagian luar).
c.       Al-Lisan
Al-Lisan artinya lidah, maksunya tempat keluar huruf yang terletak pada lidah. Jumlah huruf hijaiyyah yang keluar dari makhrojnya berjumlah 18 huruf dan terbagi atas 10 makhroj.
·   Pangkal lidah dekat anak lidah dengan langit-langit yang lurus diatasnya
·   Pangkal lidah, tepatnya sebelah bawahsedikit makhrojnya Qof, bertemu dengan langit-langit bagian atas
·   Pertengahan lidah bertemu dengan langit-langit bagian atas, pertengahan lidah tersebut dimantapkan pada langit-langit atas
·   Salahsatu tepi lidah atau keduanya dengan gigi geraham yang atas ada juga yang mengatakan tepi pangkal lidah dengan geraham atas kanan atau kiri memanjang sampai kedepan.
·   Kedua tepi lidah secara bersama-sama sesudah makhroj dlod hingga ujung lidah dengan gusi gigi atas.
·   Ujung lidah dengan gusi dua buah gigi seri yang atas agak kedepan sedikit dari makhrojnya lam.
·   Ujung lidah bagian atas dengan gusi dua buah gigi seri yang atas dan lidah tidak menyentuh bagian gusi
·   Bagian atas dari ujung lidah dengan pangkal dua buah gigi seri yang atas
·   Antara ujung lidah dengan ujung dua buah gigi seri, antara ujung lidah dengan ujung dua buah gigi seri tidak sampai menempel, tetapi keduanya berada pada jarak yang sangat dekat sekali.
·   Bagian atas dari ujung lidah dengan dua buah gigi seri yang atas, berurutan mulai dari ujung, tengah gigi, dan persambungangusi dengan dua buah gigi seri yang diatas.
d.      Asy-Syafatan
Asy-Syafatan artinya dua bibir yaitu tempat keluarnya huruf yang terletak pada dua bibir. Bibir atas dan bobor bawah Asy-syafatan ini terbagi menjadi dua makhroj.
·   Perut(bagian dalam) bibir bawah dan bagian tengah bibir bawah dengan ujung dua buah gigi seri yang diatas keluar huruf “Fa”
·   Kedua bibir atas dan bawah bersama-sama, jika kedua bibir tersebut tertutup rapat, keluar huruf “Mim” dan “Ba”. Dan jiwa terbuka, keluar huruf “Wawu"
e.       Al-Khoisyum
Al-Khoisyum artinya Aqshal Anfi(pangkal hidung). Dari Al-Khoisyum ini keluar segala bunyi dengung/sengau. Bunyi itu terjadi pada “Nun sakinah” atau tanwin dan “Mim sakinah”[3]
F. Sifat-Sifat Huruf
Sifat menurut bahasa adalah suatu keadaan yang menetap pada sesuatu yang lain. Menurut istilah adalah keadaan yang baru datang yang berlaku bagi suatu huruf yang dibaca tepat keluar dari makhrajnya.
Ahli qiraat berbeda pendapat dalam menetapkan jumlah sifat-sifat huruf hijaiyah. Sebagian menetapkan sebanyak 19 sifat, dan sebagian lagi menetapkan 18 sifat, 17 sifat, 16 sifat 14 sifat, dan bahkan ada yang menetapkan 44 sifat. Dari sifat-sifat huruf yang ada, maka tiap-tiap huruf hijaiyah dalam Al-Qur’an paling sedikit mempunyai 5 sampai 7 sifat. Pada kesempatan ini kita bicarakan sebanyak 19 sifat-sifat huruf yang lebih umum dibicarakan oleh ahli qiraat.
1.      Sifat Mutadlodah (sifat huruf yang berlawanan)
a)      جَهْرٌ (JAHAR) = Jelas. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan tidak berdesis dan nafas tertahan, sehingga bunyi terdengar lebih jelas dan bersih. Hurufnya ada 19 yaitu : عَظُمَ وَزْنُ قَارِئٍ ذِيْ غَضٍّ جِدٍّ طَلَبَ
b)      هَمْسُ (HAMAS) = Samar. Maksudnya ialah membuinyikan huruf dengan berdesis dan nafas terlepas, sehingga bunyi huruf terdengar agak samar. Hurufnya ada 10 yaitu : فَحَثَّهُ شَخْصٌ سَكَتَ
c)      شِدَّةٌ (SIDDAH) = Kuat. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan suara tertahan dan lebih kuat tertahannya ketika mati atau waqaf. Hurufnya ada 8 yaitu : اَجِدُ قِطَّ بَكَتْ
d)     رَخَاوَةٌ (Rakhawah) = Lunak. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan suara terlepas, berlalu /berjalan beserta huruf itu. Hurufnya ada 16 yaitu :
e)      خُذْ غَثَّ حَظَّ فّضَّ شُوْصٍ زَيَ سَاهٍ
f)       اِسْتِعْلاَءٌ(ISTI’LA’)= Terangkat. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan mengangkat pangkal lidah ke langit-langit mulut, sehingga bunyi huruf menjadi lebih tinggi, tebal dan berat. Hurufnya ada 7 yaitu : خُصَّ ضّغْطٍ قِظْ
g)      6.اِسْتِفَالٌ (ISTIFAL) = turun. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan menurunkan pangkal lidah ke dasar lidah, sehingga bunyi huruf menjadi rendah, tipis dan ringan. Hurufnya ada 22 yaitu : ثَبَتَ عِزُّ مَنْ يُجَوِّدُ حَرْفَهُ اِنْ سَلَّ شَكَا
h)      اِطْبَاقٌ (ITHBAQ) = Tertutup. Maksudnya ialah membnyikan huruf dengan melengkungkan keliling lidah ke langit-langit mulut, sehingga bunyinya lebih besar dan berat. Hurufnya ada 4 yaitu : صَضْطَظَ
i)        اِنْفِتَاحٌ(NFITAH ) = Terbuka. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan pertengahan lidah terbuka (tidak melengkungkan keliling lidah ke langit-langit), sehingga bunyi huruf lebih kecil dan ringan. Hurufnya 25 yaitu:
j)        مَنْ اَخَذَ وَجَدَ سَعَةً فَزَكَا حَقٌّ لَهُ شُرْبُ غَيْثٍ
k)      اِصْمَاتٌ (ISHMAT)= Diam atau menahan. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan berat dan tertahan. Hurufnya ada 23 yaitu :
l)        جَزُّ غِشَّ سَاخِطٍ صَدَّ ثِقَةٍ اِذْوَعَظَهُ يَحُضُّكَ
m)    10 اِذْلاَقٌ (IDZLAQ) = Lancar, ujung atau tajam. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan ringan dan lancar. Hurufnya ada 6 yaitu : فَرَّ مِنْ لُبٍّ
2.      Sifat Ghoiru Mutadlodah (Sifat huruf yang tidak berlawanan)
a)      تَوَسُّطٌ (TAWASSUTH) = Pertengahan antara Syiddah dan Rakhawah. Maksudnya ialah membunyikan huruf
b)      . لَيِّنٌ (LAYYIN) = Lunak. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan lunak, lemah dan lembut, ketika huruf itu mati dan jatuh sesudah harakat fathah. Hurufnya ada 2 yaitu : _َوْ _َ يْ = خَوْفٌ - سَوْفَ - كَيْفَ - اِلَيْكَ -
c)      اِنْحِرَافٌ (INHIRAF) = Condong. Maksudnya ialah membunyikan huruf condong ke ujung lidah dengan sedikit melenturkan (melengkungkan) lidah. Hurufnya ada 2 yaitu : ل ر
d)     تَكْرِيْرٌ (TAKRIR) = Mengulang-ulang. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan lidah bergetar tidak lebih dari dua getaran. Apabila getarannya sampai tiga kali, maka tercelalah. Dan apabila sampai empat getaran, berarti huruf itu telah menjadi dua huruf. Hurufnya ada satu yaitu : ر
e)      صَفِيْرٌ (SHAFIR) = Siul atau seruit. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan berdesir bagaikan suara seruling. Hurufnya ada tiga, yaitu : ص ز س
f)       تَفَشِّيْ (TAFASY-SYI) = Menyebar. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan angin tersebar di mulut. Hurufnya ada satu, yaitu : ش
g)      قَلْقَلَةٌ (QALQALAH) = Goncang. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan concangan pada makhrajnya, sehingga terdengar pantulan suara yang kuat pada sat mati atau dimataikan karena berhenti (waqaf) Hurufnya ada lima, yaitu : قُطْبُ جَدٍ
h)      اِسْتِطَالَةٌ (ISTITHALAH) = Memanjang. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan memanjang di salah satu tepi pangkal lidah sampai ke depan. Hurufnya ada satu, yaitu : ض
i)        غُنَّةٌ (GHUNNAH) = Berdengung. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan suara berdengung yang keluar dari pangkal hidng. Hurufnya ada dua, yaitu : م ن[4]

DAFTAR PUSTAKA

Muhjiah, Ma’rifah. Kaidah-kaidah Imala dan Praktek. Malang UIN Maliki Press. 2012

Khairuddin Abhaka. Ilmu Tajwid Praktis. Banjarbaru Cv Aditama. 2006

Moh Wahyudi. Ilmu Tajwid Plus.Malang Halim Jaya. 2005

Rusdiansyah dan Hanief , Fakhrie. Yu Mengaji, Banjarmasin:Aswaja Pressindo, 2018





[1] Ma’rifatul Munjiah,Kaidah-kaidah Imla’ Teori dan Praktek,( Malang: UIN Maliki Press,2012), h. 149
[2] Khairuddin Abhaka, Ilmu Tajwid Praktis,(Banjarbaru:Cv Aditama, 2006 ), h. 7
[3] Moh Wahyudi, Ilmu Tajwid Plus,(Malang:Halim Jaya, 2005), h. 27-36
[4] Rusdiansyah dan Fakhrie Hanief, Yu Mengaji, (Banjarmasin:Aswaja Pressindo, 2018), h. 12-13

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "HURUF HIJAYYAH, MAKHARIJUL HURUF DAN SIFAT HURUF"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Get the latest article updates from this site via email for free!