INTELEGENSI
Kecerdasan yang dimiliki manusia merupakan salah satu potensi yang dianugrahkan oleh Allah SWT yang menjadikan manusia sebagai salah satu kelebihan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya. dengan kecerdasannya manusia dapat terus menerus mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya yang semakin kompleks. Melalui proses berpikir dan belajar terus menerus. Dalam hal ini sudah sepantasnya bersyukur meski secara fisik tidak begitu besar dan kuat, namun berkat kecerdasan yang di milikinya hingga saat ini manusia ternyata masih dapat mempertahankan kelangsungan peradapan hidupnya.
Salah satu pengertian kecerdasan yang pling banyak di gunakan adalah yang di kemukakan oleh Wechler. Ia menganggap kecerdasan adalah konsep generic yang melibatkan kemampuan individual untuk berbuat dengan tujuan yang tertentu.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, orang tidak hanya berbicara tentang kecerdasan umum, kecerdasan intelektual saja melainkan juga kecerdasan emosi, dan kecerdasan spiritual.
Setiap kecerdan ini memiliki wilayahnya sendiri-sendiri di otak. Sesuai dengan fitrah, kecerdasan sudah ada sejak manusia di lahirkan, tetapi mewarnai selanjutnyaadalah keluarga dan lingkungannya.
DEFINISI KECERDASAN
Kecerdasan ialah istilah yang di gunakan untuk menjelaskan fikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan merencanakan, memecahkan masalah, berfikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu.
Kecerdasan dapat di ukur menggunakan alat psikometri yang biasa di sebut dengan Test IQ.
Alhi psikologi telah memberi berbagai definisi yang berbeda bagi konsep kecerdasan. Setiap definisi memberi tekanan pada kebolehan dan kemahiran tertentu yang penting, antaranya ialah:[1]
Alfred binet (1916) beliau sebagai pelopor dalam menyusun ujian kecerdasan yang berpandapat bahwa kecerdasan terbagi kepada tiga aspek kemampuan, yaitu:
a. “direction”, kemampuan untuk memusatkan kepada masalah yang hendak di selesaikan.
b. “adaptation”, kemampuan untuk mengadakan adaptasi terhadapmasalah yang di hadapinya atau fleksibel dalam menghadapi masalah.
c. “criticism”, kemampuan untuk menegadakan kritikan, baik terhadap masalah yang di hadapi maupun tergadap dirinya sendiri.
Menurut Edward Thordike (1913), kecerdasan adalah kemampuan memberi respon yang tepat terhadap yang di terimamnya.
Mengikut piaget (1950) kecerdasan adalah kebolehan individu membuat adaftasi pada persekitaran fisikal dan social.
Claparde menyatakan bahwa intelegensi adalah kemampuan menyesuaikan secara mental terhadap situasi atau kodisi yang baru.
Buhler menyatakan bahwa intelegensi adalah perbuatan yang disertai pemahaman atau pengertian[2].
Makin tinggi tingkat kecerdasan seseorang, makin memungkinkannya melakukan suatu tugas yang banyak menurut rasio dan akal dn melaksanakan tugas yang sifatnya kompleks.
Kecerdasan adalah kesempurnaan akan (untuk berfikir, mengerti dll) seperti kepandaian, kepintaran, dan kecerdikan. Kecerdasan adalah kebolehan untuk melakukan pemikiran secara mujarat kebolehan untuk membuat penyeluruhan dan cara tindakan terhadap suatu situasi yang bermasalah.
Kecerdasan yang umum termasuk kebolehan untuk melakukan pikiran secara abstrak, selanjutnya tingkah laku menjadi pentunjuk dari kecerdasan seseorang.
A. TEORI-TEORI KECERDASAN
1. Kecerdasan intelektual
2. Kecerdasan umum/general/intelegence.
3. Kecerdasan cair dan kecerdasan kristal/fluid and crystaled intelegence
4. Kecerdasan yang dapat di modifikasi atau modifiable intelengence
5. Kecerdasan prilaku
6. Kecerdasan moral
7. Kecerdasan emosial
8. Kecerdasan memecahkan kesulitan
9. Kecerdasan majemuk
Dalam menggambarkan secara sepintas tentang kecerdasan sebagai suatu kemampuan dasar yang bersifat umum telah berkembang sebagai teori inteligensi di antaranya:[3]
(1) Teori daya
(2) Teori dwifaktor
(3) Teori multifaktor
(4) Teori struktur intelek
(5) Teori primary Mental Ability
(6) Teori hierarkis
1. Teori Daya
Teori ini dapat di pandang sebagai teori yang tertua. Teori ini mengungkapkan bahwa jiwa manusia terdiri dari berbagai daya misalnya seperti ingatan, fantasi, penalaran, deskriminasi, dan sebagainya. Masing –masing daya pada jiwa manusia terpisah antara satu dengan yang lainnya Daya- daya tersebut dapat di latih dengan materi yang sulit. Berdasarkan teori ini maka timbullah teori di siplin mental dalam bidang pendidikan.
2. Teori Dwifaktor
Teori dwifaktor ini dikembangkan oleh Charles Spearman adalah seorang ahli psikologi inggris. Charles Spearman mendasarkan teori nya pada analisis faktor inteligensi. Menurut pendapat Spearman bahwa kecakapan intelektual terdiri dari dua macam kemampuan mental,yaitu: intelgensi umum (yang disebut general faktor= faktor “g”) dan kemampuan spesifik (spesial faktor= faktor”s”). Kedua faktor ini baik faktor “g” maupun faktor “s” bekrja bersama- samasebagai suatu kesatuan. Spearmen berpendapat bahwa kemampuan seseorang bertindak dalam setiap situasi sangat bergantung pada kemampuan umum maupun kemampuan khusus. Jadi setiap faktor baik faktor “g” maupun “s” memberi sumbangan pada setiap perilaku yang inteligen.
3. Teori Multifaktor
Teori multifaktor ini di kembangkan oleh E.L Thorndike. Menurut Thorndike inteligensi itu adalah pertalian aktual maupun potensial yang khusus antara stimulus dan respons. Dia mengemukakan empat atribut inteligensi, yaitu :
(1) Tingkat
(2) Rentang
(3) Daerah
(4) Kecepatan
Dengan demikian Thorndike adalah penentang utama dari teori inteligensi umum
4. Teori primary
Teori ini dikembangkan oleh L.L Thurstone, berdasarkan analisis faktor, dengan jalan mengkorelasikan 60 tes, yang akhirnya di susun adanya kecakapan- kecakapan primer. Menurut teori ini inteligensi tidak terdiri dari dua faktor atau multi faktor, akan tetapi terdiri dari sejumlah kecakapan- kecakapan primer.
5. Teori Struktur
Teori struktur ini intelek di kembangakan oleh Guilford. Dalam teorinya Guilford mengaklsifikasikan inteligensi menjadi tiga demensi terdiri dari kecakapan oprasi,isi dan produk. Masing- masing dimensi terdiri dari kecakapan intelek (Anastasi dan Urbini,1997). Dimensi di maksud di antaranya:
1. Oprasi (proses atau tindakan) yang dilakukan, yaitu:
a. Kongnisi
b. Perekaman memori
c. Produkasi divergen
d. Produkasi kovergen
e. Evaluasi
2. Dimensi isi (materi atau isi kegiatan intelektual)
a. Visual
b. Pendengaran
c. Simbolik
d. Semantik
e. Perilaku
3. Dimensi produk (semacam produk atau hasil dari penerapan tindakan –tindakan tertentu pada suatu jenis materi tertentu).yaitu:
a. Unit
b. Kelas
c. Hubungan
d. Sistem
e. Tranformasi
f. Implikasi
Ketiga faktor intelektual dari Guilford ini dapat di perhatikan oleh sebuah model tiga demensi 6 * 5 *6 bagian, ada 180 sel dalam model ini dalam masing masing sel , setidak – tidaknya diharapakan ada satu faktor atau satu kemampuan : sel berisi lebih dari satu faktor. Masing –masing faktor dideskripsikan dalam kaitan denganketiga dimensi itu. Contoh model struktur intelek tiga deminsi.
6. Teori Hierarkis
Teori ini berusaha mengungkapkan skema organisasi faktor – faktor kecakapan intelek dan memberikan gambaran secara hierarkis hubungan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECERDASAN
1. Faktor bawaan atau biologis
Dimana faktor ini di tentukan oleh sifat yang di bawa sejak lahir, dan faktor ini meyakini sebuah pemahaman bahwa kemampuan kecerdasan merupakan sebuah warisan atau bawaan dari orang tua. Oleh sebab itu,tingkat kecerdasan seseorang tidak akan jauh berbeda dengan kondisi dan tingkat kecerdasan orang tuanya atau bahkan cenderung sama. Faktor bawaan yang mempengaruhi kecerdasan dapat dilihat dari sebuah hasil penelitian tingkat IQ anak- anak adopsi. Skor IQ mereka memiliki korelasi lebih tinggikesamannya dengan IQ ayah/ibu kandungnya di bandingkan dengan orang tua angkatnya.
2. Faktor minat dan pembawaan yang khas
Dimana minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu.
3. Faktor pembentukan atau lingkungan
Dimana pembentukan adalah segala keadaan di luar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan intelegensi.Faktor lingkungan sebagai faktor yang mempengaruhi kecerdasaan seseorang dilihat dari berbagai kondisi sekitar lingkungan karna dengan lingkungan tersebut dapat menunjang perkembangan kecerdasan seseorang. Faktor lingkungan yang mempengaruhi perkembangan kecerdasan siswa antara lain faktor gizi serta rangsangan kongnetif emesional yang di terimanya.
4. Faktor kematangan
di mana tiap organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
1. Faktor kebebasan
Hal ini berarti manusia dapat memilih metode tertentu dalam memecahkan masalah yang di hadapi. Di samping kebebasan memilih metode, juga bebas dalam memilih masalah yang sesuai dengan kebutuhannya.[4]
JENIS-JENIS KECERDASAN
1. Kecerdasan Intelektual (IQ)
IQ merupakan kecerdasan dasar yang berhubungan dengan proses kognitif, pembelajaran cendrung menggunakan kemampuan matematis-logis dan bahasa, pada umumnya hanya mengembangkan kemampuan kognitif. Kecerdasan ini dengan kecerdasan rasional karena menggunakan potensi rasio dalam memecahkan masalah. Penilaian kecerdasan dapat dinilai dengan tes atau ujian daya ingat, daya nalar, pemguasaan kosa kata, kecepatan menghitung, mudah menganalisis data.[5]
Untuk mengukur tingkat intelegensi anak, dapat digunakan tes IQ misalnya dari Binet Simon, dibuatlah penggolongan intelegensi sebagai berikut:
a. Genius >140
b. Gifted >130
c. Superior >120
d. Normal 90 –110
e. Debil 60 – 79
f. Imbesil 40 –55
g. Idiot >30
2. Kecerdasan Emosional (EQ)
Seiring berjalannya zaman manusia mulai menyadari bahwa faktor emosi tidak kalah Pentingnya dalam mendukung sebuah kesuksesan, konsep kecerdasan emosi ini dioperasionalkan menjadi alat ukur dan keluarannya disebut EQ. Konsep ini muncul dari beberapa pengalaman, bahwa kecerdasan intelektual yang tinggi saja tidak cukup untuk mengantarkan orang menuju sukses. [6]
3. kecerdasan spiritual (QS)
QS merupakan kemampuan individu terhadap mengelola nilai-nilai, norma dan kualitas kehidupan dengan memanfaatkan kekuatan pikiran bawah sadar atau lebih dikenal dengan suara hati. Kecerdasan spritual ini bermakna bahwa seseorang individu yang memiliki rasa tanggung jawab kepada sang pencipta serta kemampuan menghayati nilai-nilai agama[7]
DAFTAR PUSTAKA
Dalyono.2010. psikologi pendidikan.Jakarta:Rineka Cipta.
Drs. Dewa ketut sukardi dan Desak P.E nila kusumawati.2009.Analisis tes psikologi teori dan praktik.Jakarta:perpustakan nasional RI.
Muhamad irham dan ardy wiyani. 2013. Psikologi Pendidikan.Jogjakarta: Ar- Ruzz Media.
Goleman Daniel.2000.Kecerdasan Emosional. PT. Jakarta: Gramedia pustaka umum.
Samsudin Haryu. 2012.psikologi pendidikan. Yogyakarta:Pustaka belajar.
R. Henry Meyer. 2011.Emosional intelligence- cara humanis memimpin bisnis.Bandung:Nuansa.
[1] Dalyono, psikologi pendidikan,rineka cipta, Jakarta,2010,hlm. 52
[2]Ibid. Hlm 52
[3]Drs. Dewa ketut sukardi dan Desak P.E nila kusumawati, Analisis tes psikologi teori dan praktik, perpustakan nasional RI, Jakarta,2009, hlm.16-17
[4]Muhamad irham dan ardy wiyani, Psikologi Pendidikan,Ar- Ruzz Media,Jogjakarta:2013,hlm.52
[5]Daniel goleman, Kecerdasan Emosional,PT. Gramedia pustaka umum,Jakarta, 2000, hlm.13
[6]Haryu samsudin, psikologi pendidikan,Pustaka belajar,Yogyakarta,2012, hlm. 74
[7]R.Meyer Henry,Emosional intelligence- cara humanis memimpin bisnis, Nuansa, Bandung, 2011, hlm. 105
0 Response to "INTELEGENSI"
Posting Komentar