KEMBANGIN POTENSI DIRIMU !!

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE-METODE PENGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


Peranan metode pendidikan berasal dari kenyataan yang menunjukkan bahwa materi kurikulum pendidikan Islam tidak mungkin akan tepat diajarkan, melainkan diberikan dengan cara khusus. Ketidaktepatan dalam penerapan metode ini kiranya akan menghambat proses belajar-mengajar yang akan berakibat membuang waktu dan tenaga yang tidak perlu.[1]
Metode mengajar sebagai pencapai tujuan, maka diperlukan pengetahuan tentang tujuan itu sendiri. Perumusan tujuan dengan sejelas-jelasnya merupakan persyaratan terpenting sebelum seseorang menentukan dan memilih metode mengajar yang tepat. Kekaburan di dalam tujuan yang akan dicapai menyebabkan kesulitan dalam memilih dan menetukan metode yang tepat.
Apabila kita perhatikan dalam proses perkembangan pendidikan Agama Islam di Indonesia, bahwa salah satu gejala negatif sebagai penghalang yang paling menonjol dalam pelaksanaan pendidikan Agama ialah masalah metode mengajar. Meskipun metode tidak akan berarti apa-apa bila dipandang terpisah dari komponen-komponen lain dengan pengertian bahwa metode baru dianggap penting dalam hubungannya dengan semua komponen pendidikan lainnya, seperti tujuan, materi, evaluasi, situasi, dan lain-lain. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan pendidikan diperlukan suatu pengetahuan tentang metodologi pendidikan dengan tujuan agar setiap pendidik dapat memperoleh pengertian dan kemampuan mendidik yang dilengkapi dengan pengetahuan dan kecakapan profesional, walaupun pada nantinya setiap metode yang ditawarkan memiliki kelebihan dan kekurangan masingmasing.[2]

A. Kelebihan dan Kekurangan Metode Ceramah

Kelebihan dari metode ceramah adalah sebagai berikut:
1.      Suasana kelas berjalan dengan tenang karena peserta didik melakukan aktivitas yang sama.
2.      Tidak membutuhkan tenaga yang banyak dan waktu yang lama, dengan waktu yang singkat peserta didik dapat menerima pelajaran sekaligus.
3.      Pelajaran bisa dilaksanakan dengan cepat, karena dalam waktu yang sedikit dapat diuraikan bahan yang banyak.
4.      Melatih peserta didik untuk menggunakan pendengarannya dengan baik sehingga bisa menangkap dan menyimpulkan isi materi dengan cepat dan tepat.
5.      Organisasi kelas sangat sederhana karena tidak membutuhkan alat-alat yang begitu banyak.[3]
6.      Guru dapat menguasai seluruh kelas dengan mudah, walaupun jumlah murid cukup banyak.[4]
7.      Dapat memberikan motivasi dan dorongan terhadap siswa dalam belajar.5

Adapun kekurangan dari metode ceramah yaitu sebagai berikut:
1.      Interaksi cenderung bersifat teacher centered (berpusat pada pendidik).
2.      Pendidik kurang dapat mengetahui dengan pasti sejauh mana peserta didik menguasai bahan ceramah.
3.      Pada peserta didik dapat terbentuk konsep-konsep yang lain dari apa yang dimaksudkan pendidik.
4.      Sering sukar ditangkap maksudnya, bila pendidik menggunakan istilahistilah yang tidak/kurang dimengerti peserta didik sehingga mengarah kepada verbalisme
5.      Tidak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memecahkan masalah dan berfikir. Karena mereka diarahkan untuk mengikuti pikiran pendidik.
6.      Kurang memberikan kesempatan untuk mengembangkan kecakapan guna mengeluarkan pendapat sendiri.[5]
7.      Ceramah hanya cenderung mempertimbangkan segi banyaknya bahan pelajaran yang akan disajikan, dan kurang memperhatikan segi kualitas (mutu) penguasaan bahan pelajaran.
8.      Jika situasi kelas tidak dapat dikuasai oleh pendidik secara baik, maka proses pengajaran akan dapat menjadi tidak efektif. Bahkan dapat berakibat lebih jauh. Misalnya kacaunya situasi proses pengajaran.[6]
9.      Jika pendidik menyampaikan bahan sebanyak-banyaknya dalam tempo yang terbatas, maka dapat menimbulkan kesan pemaksaan terhadap kemampuan siswa.
10.  Cenderung membosankan dan perhatian siswa berkurang, karena guru kurang memperhatikan faktor-faktor psikologis siswa, sehingga bahan yang dijelaskan menjadi kabur.8

B. Kelebihan dan Kekurangan Metode Tanya Jawab

Kelebihan metode tanya jawab ialah sebagai berikut:
1.      Dapat membangkitkan motivasi belajar peserta didik, jika diisi dengan pertanyaan yang bersifat membangkitkan minat.
2.      Mempererat hubungan keilmuan antara pendidik dengan peserta didik.
3.      Melatih peserta didik mengeluarkan pendapatnya secara merdeka, sehingga pelajaran akan lebih menarik.
4.      Membasmi verbalisme, individualisme, dan intelektualisme yang sering tumbuh dalam metode ceramah.
5.      Sebagai sarana evaluasi awal terhadap prestasi peserta didik.[7]
6.      Timbulnya perbedaan pendapat di antara anak didik atau guru dengan anak didik yang akan membawa kelas ke dalam situasi diskusi.[8]
Di samping itu, metode tanya jawab juga mempunyai beberapa kekurangan, yaitu sebagai berikut:
1.      Apabila terjadi perbedaan pendapat maka membutuhkan waktu yang banyak guna penyelesaiannya.
2.      Mudah menjurus kepada masalah yang tidak dibahas.
3.      Jika pendidik kurang waspada, perdebatan dapat beralih kepada persaingan dan sentimen pribadi.
4.      Tidak semua peserta didik dapat mengajukan pendapatnya.[9]
5.      Kurang dapat secara cepat merangkum bahan-bahan pelajaran.[10]
6.      Tanya jawab dapat membosankan jika yang ditanyakan tidak ada variasi.13

C. Kelebihan dan Kekurangan Metode Demonstarsi

Kelebihan dengan menggunakan metode demonstrasi ialah sebagai berikut:
1.      Perhatian peserta didik terpusat pada apa yang didemonstrasikan dan memberikan kemungkinan berfikir lebih kritis.
2.      Memberi pengalaman praktis yang dapat membentuk perasaan dan kemauan peserta didik.
3.      Mengurangi keselahan dalam mengambil kesimpulan, karena mereka mengamati langsung terhadap suatu proses.
4.      Dengan metode ini masalah-masalah yang mungkin timbul dalam hati peserta didik dapat terjawab.14
5.      [11]Dapat membantu siswa untuk mengingat lebih lama tentang materi pelajaran yang disampaikan, karena siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga melihat bahkan mempraktekkannya secara langsung.[12]

Selain mempunyai kelebihan, metode demonstrasi juga mempunyai beberapa kekurangan, yaitu:
1.        Dalam pelaksanaannya, metode ini memerlukanwaktu dan persiapan yang matang, sehingga dapat menyita waktu yang cukup banyak.
2.        Demonstrasi dalam pelaksanaannya banyak menyita biaya dan tenaga yang tidak sedikit (jika memakai alat-alat yang mahal).
3.        Tidak semua hal dapat didemonstrasikan di dalam kelas. Misalnya jika alat-alatnya sangat besar atau berada di tempat jauh. Dalam bidang agama misalnya masalah tauhid juga sulit diterapkan melalui metode ini. Sebab masalah tauhid bersifat abstrak dan tidak dapat divisualisasikan.
4.        Metode demonstrasi akan menjadi tidak efektif jika siswa tidak turut aktif dan suasana gaduh.[13]

D. Kelebihan dan Kekurangan Metode Sosiodrama

Kelebihan dengan menggunakan metode sosiodrama ialah sebagai berikut: 
1.      Melatih anak untuk mendramatisasikan sesuatu serta melatih keberanian. 
2.      Metode ini akan lebih menarik perhatian anak, sehingga suasana kelas menjadi lebih hidup.
3.      Anak-anak dapat menghayati suatu peristiwa sehingga mudah mengambil kesimpulan berdasarkan penghayatannya sendiri.
4.      Anak dilatih untuk dapat menyusun buah pikiran dengan teratur.[14]
5.      Penyaluran perasaan-perasaan atau keinginan-keinginan yang terpedam karena memperoleh kesempatan untuk belajar mengekspresikan (mencurahkan) penghayatan mereka mengenai suatu problem di depan orang banyak (murid-murid lain).
6.      Untuk mengajar anak suoaya ia bisa menempatkan dirinya diantara orang lain.[15]
7.      Dapat berkesan dengan kuat dan tahan lama dalam ingatan siswa. Di samping merupakan pengalaman yang menyenangkan yang untuk dilupakan.
8.      Sangat menarik bagi siswa, sehingga memungkinkan kelas menjadi dinamis dan penuh antusias.
9.      Membangkitan gairah dan semangat optimisme dalam diri siswa serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kesetiakawanan sosial yang tinggi.
10.  Dimungkinkan dapat meningkatkan kemampuan profesional siswa, dan dapat menumbuhkan/membuka kesempatan bagi lapangan kerja.[16]
Selain mempunyai kelebihan, metode sosiodrama juga mempunyai kekurangan, yaitu: 
1.      Metode ini membutuhkan waktu yang cukup panjang (banyak).
2.      Memerlukan persiapan yang teliti dan matang ( memerlukan banyak kreasi guru).
3.      Kadang-kadang anak tidak mau memerankan suatu adegan, karena malu.
4.      Apabila pelaksanaan dramatisasi gagal, kita tidak dapat mengambil kesimpulan apa-apa, dalam arti tujuan pendidikan tidak dapat dicapai.[17]
5.      Tidak semua materi pelajaran dapat disajika dengan metode ini.
6.      Pada pelajaran agama masalah keimanan, sulit disajikan dengan metode sosiodrama dan bermain peranan ini.21

E. Kelebihan dan Kekurangan Metode Karya Wisata

Kelebihan dengan menggunakan metode karya wisata ialah sebagai berikut: 
1.      Siswa dapat menyaksikan secara langsung bagaimana proses  pembelajaran, misalnya: pembuatan/merakit mobil, merancang/menenun pakaian yang indah, dan bagaimana kehidupan binatang di kebun binatang yang kadang-kadang jarang mereka lihat di kelas itu.
2.      Dapat menjawab masalah atau pernyataan sekaligus selama di lapangan dengan mempertanyakan, mengamat-amati, mencatat, menyimpulkan terhadap hal-hal yang belum/kurang dipahami.
3.      Dimungkinkan siswa dapat mempraktekkan hasil karyawisata/hasil kunjungannya.
4.      Pengetahuan siswa menjadi integral/terpadu.
5.      Sebagai selingan yang menyenangkan yang dapat menimbulkan semangat baru untuk belajar dengan baik dan sungguh-sungguh.
6.      Menimbulkan pola pikir yang luas.[18]
7.      Memberi kepuasan terhadap keinginan anak didik dengan banyak melihat kenyataan-kenyataan di samping keindahan alam sekitar di luar kelas. 
8.      anak didik dapat memperoleh tambahan pengalaman karya wisata, sedangkan guru mendapat kesempatan menerangkan segala sesuatu.[19]
9.      Siswa memperoleh pemantapan teori-teori yang pernah mereka pelajari disekolah dalam hal ini bisa juga mendapat pengalaman-pengalaman baru serta atau mencoba dan membuktikan secara langsung dengan objeknya.
10.  Siswa bisa memperoleh informasi yang lebih akurat dengan jalan mengadakan wawancara atau mendengarkan ceramah yang diberikan petugas setempat.24
11.  Dapat menambah pengalaman pada siswa, dan guru mempunyai kesempatan yang baik untuk menerangkan suatu objek dengan jelas.25
Selain mempunyai kelebihan, metode karya wisata juga mempunyai [20]kekurangan, yaitu: 
1.      Waktu yang dibutuhkan cukup panjang apalagi persiapan ataupun pelaksanaan acara tersebut tidak diatur dengan baik.
2.      Pembiayaan dalam sebuah karya wisata merupakan beban tambahan yang akan memberatkan bagi anak-anak yang orang tuanya kurang mampu.
3.      Karya wisata akan menjadi piknik karena persiapan tidak matang.
4.      Beberapa acara inti sering terabaikan karena pelaksanaan acara tidak tepat pada waktunya.[21]
5.      Dilihat dari segi tenaga dan biaya, metode ini juga tampak kurang efektif dan efesien.
6.      Karya wisata cenderung bersifat serimonial ketimbang untuk menambah pengetahuan dan pengalaman.[22]
7.      Apabila objek karya wisata tidak sesuai untuk mencapai tujuan.[23]
8.      Waktu yang tersedia tidak mencukupi dan menyita waktu pelajaran.29

F. Kelebihan dan Kekurangan Metode Kerja Kelompok

Kelebihan dengan menggunakan metode kerja kelompok ialah sebagai berikut:
1.      Melatih dan menumbuhkan rasa kebersamaan, toleransi dalam sikap dan perbuatan.
2.      Ditinjau dari segi didaktif, bahwa anak-anak yang pandai dalam kelompoknya dapat membantu teman-temannya yang kurang pandai terutama dalam rangkai memenangkan kompetisi dalam kelompok.
3.      Menumbuhkan rasa ingin maju dan mendorong anggota kelompok untuk tampil sebagai kelompok yang terbaik.
4.      Timbul rasa kesetiakawanan sosial antar kelompok yang dilandasi motivasi kerja sama untuk kepentingan dan kebaikan bersama.
5.      Anak-anak yang pemalu akan lebih aktif. [24]
6.      Kemungkinan terjadi adanya transfer pengetahuan antar sesama dalam kelompok yang masing-masing dapat saling mengisi dan melengkapi kekurangan dan kelebihan antar mereka.
7.      Dapat meringankan tugas guru atau pemimpin sekolah.[25]
8.      Peserta didik berkesempatan bertanggung jawab sesuai kemampuannya.
9.      Dengan leluasa peserta didik mengembangkan kemampuan memimpin dan dipimpin.
10.  Kelompok adalah tempat terbaik untuk diskusi, musyawarah, bekerja sama, dan tukar pikiran.
11.  Pelajaran lebih hidup dan menarik.[26]
Selain mempunyai kelebihan, metode kerja kelompok juga mempunyai kekurangan, yaitu: 
1.      Terlalu banyak persiapan-persiapan dan pengaturan yang kompleks dibanding dengan metode lainnya.
2.      Bilamana guru kurang kontrol maka akan terjadi persaingan yang negatif antar kelompok.
3.      Tugas-tugas yang diberikan kadang-kadang hanya dikerjakan oleh segelintir siswa yang cakap dan rajin, sedangkan siswa yang malas akanmenyerahkan tugas-tugasnya kepada temannya dalam kelompok tersebut.[27]
4.      Sifat dan kemampuan individualitas terasa terabaikan.
5.      Tugas guru akan menjadi lebih berat.
6.      Jika tugas yang diberikan kepada masing-masing kelompok tidak dibatasi dengan waktu tertentu, maka tugas tersebut cenderung terabaikan. 
7.      Tugas akan terbengkalai jika tidak mempertimbangkan segi psikologis dan didaktis anak didik.[28]

G. Kelebihan dan Kekurangan Metode Diskusi

Kelebihan dengan menggunakan metode diskusi ialah sebagai berikut:
1.      Suasana kelas lebih hidup dan dinamis.
2.      Mempertinggi partisipasi siswa, untuk mengeluarkan pendapatnya baik secara individu maupun secara kelompok.
3.      Merangsang siswa untuk mencari jalan pemecahan masalah yang dihadapi bersama, dengan cara bermusyawarah.
4.      Melatih sikap dinamis dan kreatif dalam berpikir.
5.      Menumbuhkan sikap toleransi dalam berpendapat maupun bersikap.
6.      Hasil diskusi dapat disimpulkan dan mudah dipahami.
7.      Memperluas cakrawala dan wawasan berpikir peserta diskusi.[29]
8.      Dapat menaikkan prestasi, kepribadian individu seperti demokratis, kritis, berpikir sistematis, sabar dan sebagainya.
9.      Kesimpulan-kesimpulan diskusi mudah dipahami anak karena anak-anak didik mengikuti proses berpikir sebelum sampai kepada kesimpulan.
10.  Anak-anak belajar mematuhi pearturan-peraturan dan tata tertib dalam suatu musyawarah sebagai latihan pada musyawarah yang sebenarnya.36
Selain mempunyai kelebihan, metode diskusi juga mempunyai kekurangan, yaitu: 
1.      Diskusi kebanyakan berlangsung di antara murid yang pandai-pandai saja. 
2.      Kemungkinan siswa yang tidak ikut aktif dijadikan kesempatan untuk bermain-main, dan mengganggu temannya yang lain.
3.      Apabila suasan kelas tidak dapat dikuasai, kemungkinan penggunaan waktu tidak efektif, dan dapat berakibat tujuan pengajaran tidak tercapai.
4.      Sulit memprediksi arah penyelesaian diskusi. Hal ini terjadi jika proses jalannya diskusi hanya merupakan ajang perbedaan pendapat yang tidak ada ujung penyelesaiannya.
5.      Siswa mengalami kesulitan untuk mengeluarkan pendapat secara sistemastis terutama bagi siswa yang memiliki sifat pemalu dan rasa takut mengeluarkan pendapat.[30]

H. Kelebihan dan Kekurangan Metode Latihan/Drill

Kelebihan dengan menggunakan metode latihan ialah sebagai berikut:
1.      Siswa akan memperoleh ketangkasan dan kemahiran dalam melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dipelajarinya.
2.      Dapat menimbulkan rasa percaya diri bahwa para siswa yang berhasil dalam belajarnya telah memiliki suatu keterampilan khusus yang berguna kelak di suatu hari.
3.      Guru lebih mudah mengontrol dan dapat membedakan mana siswa yang disiplin dalam belajarnya dan mana yang kurang dengan memperhatikan tindakan dan perbuatan siswa di saat berlangsungnya pelajaran.38
4.      Dalam waktu yang tidak lama siswa dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan.
5.      Menumbuhkan kebiasaan belajar secara kontinu dan disiplin diri, melatih diri, belajar mandiri.
6.      Pada pelajaran agama dengan melalui metode latihan siap ini anak didik menjadi terbiasa dan menumbuhkan semangat untuk beramal kepada
Allah.[31]
Selain mempunyai kelebihan, metode latihan juga mempunyai kekurangan, yaitu: 
1.      Dapat menghambat inisiatif siswa, di mana inisiatif dan minat siswa yang berbeda dengan petunjuk guru dianggap suatu penyimpangan dan pelanggaran dalam pengajaran yang diberikannya.
2.      Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan. Dalam kondisi belajar ini pertimbangan inisiatif siswa selalu disoroti dan tidak diberi keleluasaan. Siswa menyelesaikan tugas status sesuai dengan apa yang diinginkan oleh guru.
3.      Membentuk kebiasaaan yang kaku, artinya seolah-oleh siswa melakukan sesuatu secara mekanis, dan dalam memberikan stimulus siswa dibiasakan bertindak secara otomatis.
4.      Dapat menimbulkan verbalisme, terutama pengajaran yang bersifat menghapal di mana siswa dilatih untuk dapat menguasai bahan pelajaran secara hapalan dan secara otomatis mengingatkannya bila ada pertanyaanpertanyaan yang berkenaan dengan hafalan tersebut tanpa suatu proses berpikir secara logis.[32]
5.      Dalam pelaksanaannya metode ini memakan waktu atau proses yang cukup banyak.
6.      Dalam pelajaran agama memerlukan ketekunan serta kesabaran dari pihak guru maupun dari siswa sendiri.[33]

I. Kelebihan dan Kekurangan Metode Resitasi/Pemberian Tugas

Kelebihan dengan menggunakan metode pemberian tugas ialah sebagai berikut:
1.      Pengetahuan yang diperoleh murid baik dari hasil belajar, hasil eksperimen atau penyelidikan, banyak berhubungan dengan minat dan berguna bagi hidup mereka, dan akan lebih lama diingat.
2.      Dapat dilaksanakan dalam berbagai bidang studi.
3.      Apabila tugas tersebut dalam bentuk kelompok maka murid dapat saling kerjasama, dan saling membantu.
4.      Murid berkesempaatan memupuk perkembangan dan keberanian berkreatif, berinisiatif, bertaggungjawab dan berdiri sendiri.42
5.      Hasil pelajaran lebih tahan lama dan membekas dalam ingatan siswa.
6.      Memberikan kebiasaan untuk disiplin dan giat beajar.
7.      Dapat mempraktekkan hasil teori/konsep dalam kehidupan yang nyata/masyarakat.[34]
8.      Baik sekali untuk mengisi waktu luang (senggang) dengan hal-hal konstruktif. Memupuk rasa tanggung jawab dalam segala tugas pekerjaan, sebab dalam metode ini anak-anak harus mempertanggungjawabkan segala sesuatu (tugas) yang telah dikerjakan.
9.      Memberikan tugas anak yang bersifat praktis, umpamanya membuat laporan tentang kegiatan peribadatan di daerah masing-masing, kegiatan amaliyah sosial dan sebagainya.[35]
Selain mempunyai kelebihan, metode pemberian tugas juga mempunyai kekurangan, yaitu: 
1.      Sering kali tugas dirumah itu dikerjakan oleh orang lain, sehingga anak tidak tahu-menahu tentang pelajaran itu, yang berarti tujuan pelajaran tidak dapat tercapai.
2.      Sulit untuk memberikan tugas karena perbedaan individual anak dalam kemampuan dan minat belajar. 
3.      Sering kali anak-anak tidak mengerjakan tugas dengan baik, cukup hanya menyalin hasil pekerjaan temannya.
4.      Apabila tugas terlalu banyak/berat, akan mengganggu keseimbangan menta anak.[36]
5.      Pemberian tugas cenderung memakan waktu dan tenaga serta biaya yang cukup berarti.[37]

J. Kelebihan dan Kekurangan Metode Eksperimen

Kelebihan dengan menggunakan metode eksperimen ialah sebagai berikut:
1.      Melalui eksperimen siswa dapat menghayati sepenuh hati dan mendalam, mengenai pelajaran yang diberikan. 
2.      Siswa dapat aktif mengambil bagian untuk berbuat bagi dirinya, dan tidak hanya meliht orang lain, tanpa dirinya melakukan.
3.      Siswa dapat aktif mengambil bagian yang besar, untuk melaksanakan langkah-langkah dalam cara berpikir ilmiah. Hal ini dapat dilakukan melalui data-data observasi memberikan penafsiran serta kesimpulan yang dilakukan oleh siswa itu sendiri.
4.      Kemungkinan kesalahan dalam mengambil kesimpulan dapat dapat dikurangi, karena siswa mengamati langsung terhadap suatu proses yang menjadi obyek pelajaran atau mencoba melaksanakan sesuatu.
5.      Siswa mendapatkan pengalaman langsung dan praktis dalm kenyataan sehari-hari yang sangat berguna bagi dirinya.[38]
6.      Dapat melaksanakan metode ilmiah dengan baik.[39]
7.      Hal-hal yang menjadi teka-teki siswa dapat terjawab melalui eksperimen.
8.      Menghindarkan kesalahan siswa dalam mengambil suatu kesimpulan, karena mereka mengamati secara langsung jalannya proses eksperimen yang diadakan.[40]
Selain mempunyai kelebihan, metode eksperimen juga mempunyai kekurangan, yaitu: 
1.      Apabila sarana tidak tersedia atau kurang memadai, maka proses berjalannya eksperimen akan menjadi tidak efektif.
2.    Metode ini sulit dilaksanakan bila siswa belum matang untuk melaksanakan eksperimen. Hal ini berarti melaksanakan eksperimen memerlukan keterampilan yang mahir dari pihak gurunya.
3.     Memerlukan waktu yang panjang/lama. Keterbatasan waktu dalam eksperimen dapat berakibat terputusnya pemahaman siswa, terhadap topik yang menjadi pokok bahasan. Dan ini berarti tujuan pengajaran tidak tercapai dengan baik.
4.      Memerlukan keterampilan/kemahiran dari pihak guru dalam menggunakan serta membuat alat-alat eksperimen.
5.     Bagi guru yang telah terbiasa dengan metode ceramah secara rutin misalnya cenderung memandang metode eksperimen sebagai suatu pemborosan dan memberatkan.[41]
6.      Tidak semua mata pelajaran dapat menggunakan metode ini.
7.      Murid yang kurang mempunyai daya intelektual yag kuat kurang baik hasilnya.51

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. 1985. Metodik Khusus Pendidikan Agama, Semarang: Armico.
Arief, Armai. 2002. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Jakarta:
Ciputat Pers.
Namsa, Yunus. 2000.  Metodologi Pengajaran Agama Islam, Ternate: Pustaka Firdaus.
Saleh Abdullah, Abdurrahman. 1990. Teori-Teori Pendidikan Berdasarkan AlQur’an, Jakarta: Rineka Cipta.
Usman, Basyiruddin. 2002. Metodologi Pembelajaran Agama Islam, Jakarta:
Ciputat Pers.
Yusuf, Tayar dan Syaiful Anwar. 1997. Metodologi Pengajaran Agama dan Bahasa Arab, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Zuhairini, dkk. Metodik Khusus Pendidikan Agama, Malang: Biro Ilmiah Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang.










[1] Abdurrahman Saleh Abdullah, Teori-Teori Pendidikan Berdasarkan Al-Qur’an, (Jakarta: Rineka Cipta, 1990),  hlm. 197. 
[2] Zuhairini, Abdul Gofir, Slamet As.Yusuf, Metodik Khusus Pendidikan Agama, (Malang: Biro Ilmiah Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang), hlm. 79-80.
[3] Yunus Namsa, Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Ternate: Pustaka Firdaus, 2000), hlm. 69.
[4] Abu Ahmadi, Metodik Khusus Pendidikan Agama, (Semarang: Armico, 1985), hlm. 112 5 Basyiruddin Usman, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), hlm. 35
[5]Yunus Namsa, op.cit.,hlm. 69.
[6] Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar, Metodologi Pengajaran Agama dan Bahasa Arab, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, cet.2, 1997), hlm. 43. 8Basyiruddin Usman, op.cit.,hlm. 35.
[7]Yunus Namsa, op.cit.,hlm. 71.
[8]Abu Ahmadi, op.cit.,hlm. 113. 
[9]Yunus Namsa, op.cit., hlm. 71.
[10] Zuhairini, Abdul Gofir, Slamet As.Yusuf, op.cit., hlm. 88. 13Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar, op.cit., hlm. 63.
[11]Yunus Namsa, op.cit., hlm. 78.
[12]Armai Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), hlm. 191.
[13]Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar, op.cit., hlm. 51.
[14]Zuhairini, Abdul Gofir, Slamet As.Yusuf, op.cit., hlm. 103.

[15]Armai Arief, op. cit., hlm. 181.
[16]Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar, op.cit., hlm. 56-57.
[17] Zuhairini, Abdul Gofir, Slamet As.Yusuf, op.cit., hlm. 103. 21Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar, op.cit., hlm. 57.
[18]Ibid., hlm. 85-86.
[19] Zuhairini, Abdul Gofir, Slamet As.Yusuf, op.cit., hlm. 104-105. 24Armai Arief, op. cit., hlm. 168-169.
[20]Basyiruddin Usman, op.cit.,hlm. 54.
[21]Armai Arief, op. cit., hlm. 169.
[22]Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar, op.cit., hlm. 86.
[23] Zuhairini, Abdul Gofir, Slamet As.Yusuf, op.cit., hlm. 105. 29Basyiruddin Usman, op.cit.,hlm. 54.
[24]Armai Arief, op. cit., hlm.198.
[25]Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar, op.cit., hlm. 60.
[26]Yunus Namsa, op.cit., hlm. 84.
[27]Basyiruddin Usman, op.cit.,hlm. 50.
[28]Armai Arief, op. cit., hlm. 199.
[29] Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar, op.cit., hlm. 45. 36Abu Ahmadi, op.cit.,hlm. 116. 
[30] Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar, op.cit., hlm. 45. 38Basyiruddin Usman, op.cit.,hlm. 57.
[31]Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar, op.cit., hlm. 66.
[32]Basyiruddin Usman, op.cit.,hlm. 57-58.
[33] Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar, op.cit., hlm. 66. 42Armai Arief, op. cit., hlm.166.
[34]Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar, op.cit., hlm. 68.
[35]Zuhairini, Abdul Gofir, Slamet As.Yusuf, op.cit., hlm. 98.
[36] Loc.cit.
[37]Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar, op.cit., hlm. 69.
[38]Ibid., hlm. 52.
[39]Armai Arief, op. cit., hlm.73.
[40]Basyiruddin Usman, op.cit.,hlm. 46.
[41] Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar, op.cit., hlm. 52-53. 51Armai Arief, op. cit., hlm. 73.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE-METODE PENGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Get the latest article updates from this site via email for free!