KEMBANGIN POTENSI DIRIMU !!

KITA DAN QUARANTINE


Sudah berapa hari, sudah berapa minggu, kamu menggenggam layar kecil berbentuk kotak tapi bukan kotak yang setiap sudutnya runcing seperti pisau. Rasa bosannya sudah gak bisa di ukur, sudah gak bisa di takar. Sudah terlalu banyak hal yang di lakukan setiap hari, mungkin rasanya sama aja. Iya, sama kok pikiran kita ( mungkin ). Kapan yaa social distancing atau quarantine ini berakhir, atau ini tidak ada akhirnya. Sedih yaa, banyak banget hal yang sudah di tunda, banyak rencana yang akhirnya harus di undur dan bertemu di sebuah titik, yaitu rencana manis itu harus dibatalkan. Kecewa, marah, benci, sampai dendam pun sudah mendarah daging, dengan yang namanya virus corona. Semua hancur, rusak, berantakan, dan sedihnya kita gak punya kekuatan seperti Doraemon yang memiliki pintu kemana saja, agar kita bisa buka pintu itu dan melihat apa yang nanti akan terjadi, atau kita buka pintu itu untuk kembali ke masa lalu untuk memperbaiki sebelum hal buruk ini terjadi. 

Tiga bulan yang lalu, mungkin sekarang kita masih ada di luar rumah. Entah untuk jalan-jalan, kumpul bareng teman, rapat, atau melakukan aktivitas yang cukup berat. Sekarang, kita benar-benar di paksa untuk diam di rumah, yaa gak diam juga. Maksudnya, melakukan segala aktivitas dirumah atau sebagian dari kita yang lebih nyaman untuk berdiam diri dikamar, dengan tumpukan buku-buku tebal atau kertaskertas yang berteriak meminta untuk dikerjakan atau dibaca. Tetapi, pikiran dan tangan hanya diam, karna kita bingung. Iya, bingung harus mulai dari mana. Bingung, dengan semua kejadian yang sedang terjadi di dunia yang semakin hari semakin aneh ini. Tetapi kita di paksa untuk terus hidup, dengan berbagai macam tugas, pekerjaan, pr, dan kesempitan ekonomi yang lebih parahnya terus mengikat kita. Rasanya hari ini untuk bernafas aja berat, padahal kita gak punya beban di pundak. Bahkan kita gak menaruh apa-apa di pundak kita. Gak tau, rasanya berat aja. Mungkin karna kita terlalu lelah melihat setiap sudut tempat kita tinggal. 

Sekarang kita sudah gak punya pilihan, yang terbaik adalah berdo’a dan menjaga diri dan keluarga kita, orang-orang yang kita sayang atau dia yang baru datang entah dari mana. Jangan panik, semua orang juga merasakan takut. Tetaplah bernafas, jangan bosan untuk cuci tangan dan jaga kebersihan. 

Ada satu hal yang bisa kita ingat, kita gak bisa memaksa untuk menghentikan nafas kita. Semua harus kita jalanin dangan sabar, sabar seperti saat kita bingung harus protes atau marah karna kita harus menunggu lama di lampu merah dengan antrian yang begitu panjang, dan disana ada beberapa orang egois yang gak mau untuk mengalah. Tapi akhirnya, kita berhasil melalui lampu merah itu dan sampai di tempat yang kita ingin tuju. Sama seperti keadaan sekarang, kita harus belajar memulai mengerjakan apa yang harus kita kerjakan. Satu per-satu, dan akhirnya kita selesai dan kita bisa bernafas tanpa perlu khawatir dengan keadaan dunia, yang.. entahlah harus digambarkan dengan kata apalagi dunia ini, rasanya sudah tidak ada kata yang cocok.

Semangat ya, kita semua merasakan hal yang sama kok.

Karya  : M.y

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "KITA DAN QUARANTINE"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Get the latest article updates from this site via email for free!