KEMBANGIN POTENSI DIRIMU !!

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT


A.           Pengertian Filsafat
Secara etimologis istilah “filsafat” berasal dari bahasa Yunani “philein” yang artinya cinta dan “sophos”yang artinya hikmah atau kebijaksanaan (Nasution, 1973). Jadi, secara harfiah istilah filsafat mengandung makna cinta kebijaksanaan. Hal ini nampaknya sesuai dengan sejarah timbulnya ilmu pengetahuan, yang sebelumnya dibawah naungan filsafat. Jadi manusia dalam kehidupan pasti memilih apa pandangan dalam hidup yang dianggap paling benar, paling baik dan membawa kesejahteraan dan pilihan manusia sebagai suatu pandangan dalam hidupnya itulah yang disebut filsafat. [1] 
B.       Pancasila Sebagai Suatu Sistem
Sistem adalah apabila di dalamnya terdapat bagian-bagian atau unsur-unsur yang saling berhubungan, saling bekerja sama, saling berkaitan satu sama lain dan beroperasi secara bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi, sistem bukanlah seperangkat unsur yang berdiri sendiri dan tidak teratur, melainkan merupakan suatu satu kesatuan yang mengandung keteraturan, keruntutan(kohesif), dimana masing-masing unsur itu bekerja sesuai dengan fungsinya untuk mencapai satu tujuan yang telah ditetapkan.Pancasila dikatakan sebagai suatu sistem berarti tidak mungkin sila-silanya berdiri sendiri, akan tetapi harus mencakup keseluruhan silanya.
C.           Rumusan Kesatuan Sila-Sila Pancasila Sebagai Suatu Sistem
1.    Susunan Kesatuan Sila-Sila Pancasila yang Bersifat Organis
Isi sila-sila pancasila pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan. Dasar filsafat negara Indonesia terdiri atas lima sila yang masig-masing merupakan suatu asas peradaban. Namun demikian sila-sila pancasila itu merupakan suatu kesatuan dan keutuhan yaitu setiap sila merupakan unsur (bagian yang mutlak) dari Pancasila. Maka Pancasila merupakan suatu kesatuan yang majemuk tunggal. Setiap sila tidak dapat berdiri sendiri-sendiri terlepas dari sila-sila lainnya serta diantara sila satu dan lainnya tidak saling bertentangan.

2.    Susunan Pancasila yang Bersifat Hierarkis dan Berbentuk Piramida
Susunan Pancasila adalah hierarkis dan berbentuk piramidal. Pengertian piramidal digunakan untuk menggambarkan hubungan hierarki sila-sila pancasila dalam urutan-urutan luas dan juga dalam hal isi sifatnya.
Kesatuan sila-sila Pancasila yang memiliki susunan hierarki piramidal ini maka sila Ketuhanan yang Maha Esa menjadi basis dari sila kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sebaliknya Ketuhanan Yang Maha Esa adalah Ketuhanan yang berkemanusiaan, bepersatuan, berkerakyatan serta berkeadilan sosial sehingga di dalam setiap sila senantiasa terkandung sila-sila lainnya.
D.      Kesatuan Sila-Sila Pancasila Sebagai Suatu Sistem Filsafat
Kesatuan sila-sila dari pancasila tidak hanya bersifat formal logis namun meliputi kestuan ontologis, dasar epistemologis, dan dasar aksiologis dari sila-sila pancasila tersebut. Kesatuan sila-sila pancasila adalah bersifat hierarkis dan berbentuk pyramidal, hal tersebet menggambarkan bahwa hubungan hirarki pancasila dalam urutan-urutan yang luas (kuantitas). Secara filosofis pancasila sebagai suatu kesatuan sistem filsafat memiliki “dasar ontologis, dasar epistemologis, dan dasar aksiologis sendiri”, yang berbeda dengan sistem lainnya, seperti filsafat materialisme, liberalisme, pragmatism, idealisme dan faham-faham filsafat lainnya yang ada di atas dunua.
1.    Dasar Antropologi Sila-Sila Pancasila
Pancasila memiliki lima sila yang merupakan suatu kesatuan dasar ontologies. Dasar ontologies pancasila adalah manusia yang memiliki hakikat mitlak monospularis, dan oleh arenanya hakikat dasar ini juga disebut sebagai dasar antropologis.
2.    Dasar-Dasar Epistemologis Sila-Sila Pancasila
Pada hakikatnya pancasila adalah sistem pengetahuan. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari pancasila sebagai pedoman dan dasar bagi bangsa Indonesia. Baik dalam memandang realitas alam semesta, manusia, bangsa, dan negara tentang makna hidup, maupun dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan.
3.    Dasar Aksiologis Sila-Sila Pancasila
Hal ini sangat dipengaruhi oleh titik tolak dan sudut pandang dalam menentukan pengertian nilai dan hierarkinya.




[1] Kaelani dan Ahmad Zubaidi, Pendidikan Kewarganegaraan, (Yogyakarta: Paradigma, 2010), h.7

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Get the latest article updates from this site via email for free!