KEMBANGIN POTENSI DIRIMU !!

PENDIDIKAN AQIDAH REMAJA DAN DEWASA

Sejalan dengan perjalanan hidupnya manusia, manusia melalui berbagai jenjang kehidupan, yang dimulai sejak kelahiran hingga kematian. Dimulai dengan masa balita, kanak-kanak, remaja, dewasa, lalu setengah baya, dan menjadi tua.[1]Dalam perkembangan manusia mulai dari prenatal hingga lanjut usia mengalami perkembangan agama yang selalu mengikuti seperti pada saat manusia itu dilahirkan pasti akan mengikuti agama yang dianut oleh orang tuanya karena hanya orang tuanya yang menjadikan anak itu islam, majusi, yahudi atau nasrani tetapi ketika manusia itu sudah menginjak usia remaja maka dia akan mulai berpikir secara mandiri bagaimana cara mengimplementasikan ajaran agama yang dianutnya dalam kehidupan sehari-harinya hingga dia menginjak usia dewasa maka dia akan lebih matang dalam beragama. Dengan majunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, berdampak kepada tata cara pergaulan anak dan remaja atau muda mudi di Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia yang mayoritas muslim. Maraknya kenakalan remaja, dekadensi moral, kurangnya kesadaran dan pengalaman nilai-nilai ajaran agama Islam dari para muda mudi adalah fenomena dampak buruk globalisasi yang harus di antisipasi.[2]

Pengertian Remaja 
 Sebelum memasuki masa remaja, seorang anak akan melewati masa peralihan antara usia 9-13 tahun, pada masa ini biasa dikenal dengan masa purbetas dan pada inilah anak memiliki dorongan kuat untuk mengaktualisasikan diri menurut jenis kelamin untuk mendapatkan pengakuan sebagai penegasan identitas diri.[3]
            Secara etimologis, para pakar bahasa berpendapat bahwa masa remaja dimulai dari sebelum baligh dan berakhir pada usia baligh.[4]
 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia remaja adalah sudah sampai umur untuk kawin. [5]
 Menurut Emil Salim mengklasifikasi usia remaja adalah anak yang berumur 15-21 tahun, pada masa ini diri pribadi remaja mulai terbentuk. Pengaruh lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat mencetak pengaruhnya pada pembentukan watak pribadi remaja.[6]
Tahap–tahap masa remaja  
a. Masa pra remaja : 12 – 14 tahun 
                        Yaitu periode sekitar kurang lebih 2 tahun sebelum terjadinya pemasakan seksual yang sesungguhnya tetapi sudah terjadi perkembangan fisiologi yang  berhubungan dengan pemasakan beberapa kelenjar endokrin. b. Masa  remaja awal : 14 – 17  tahun 
                        Yaitu periode dalam rentang perkembangan dimana terjadi kematangan alat – alat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi.
c. Masa remaja akhir : 17 – 21 tahun 
                        Berarti tumbuh menjadi dewasa yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan  fisik.
1.   Pertumbuhan fisik 
            Pertumbuhan fisik mengalami perubahan dengan cepat, lebih cepat dibandingkan dengan masa anak – anak dan masa dewasa.
2.   Perkembangan seksual         
 Seksual mengalami perkembangan yang kadang – kadang menimbulkan masalah  dan menjadi penyebab  timbulnya perkelahian, bunuh diri dan sebagainya.
3.   Cara berfikir
 Cara berpikir causatif yaitu menyangkut hubungan sebab dan akibat. Misalnya remaja duduk didepan pintu, kemudian orang tua melarangnya sambil berkata
“pantang“. Andai yang dilarang itu anak kecil,  pasti  ia akan menuruti perintah  orang tuanya, tetapi remaja yang dilarang  itu akan mempertanyakan mengapa  ia tidak boleh duduk didepan pintu.
4.   Emosi  yang meluap-luap 
 Keadaan emosi remaja masih labil karena erat hubungannya dengan keadaan hormon. Suatu saat ia bisa  sedih sekali, dilain waktu ia bisa marah sekali.
5.   Mulai tertarik pada lawan jenis 
 Dalam kehidupan sosial  remaja,  mereka lebih tertarik pada lawan jenisnya dan mulai pacaran.
6.   Menarik perhatian lingkungan. 
 Pada masa ini remaja mulai mencari perhatian lingkungannya, berusaha mendapatkan status dan peran seperti melalui kegiatan remaja di  kampung- kampung. 
7.   Terikat dengan kelompok 
 Remaja dalam kehidupan sosialnya tertarik pada kelompok sebayanya sehingga tidak jarang orang tua dinomor duakan  sedangkan kelompoknya dinomor satukan. [7]
Pengertian dewasa
  Menurut Syathi seorang ahli psikologi, dewasa adalah priode perkembangan yang bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia dua puluhan tahun dan yang berakhir pada usia tiga puluhan tahun. Ini adalah masa pembentukan kemandirian pribadi dan ekonomi, masa perkembangan karir, dan bagi banyak orang, masa pemilihan pasangan, belajar hidup dengan seseorang secara akrab, memulai keluarga, dan mengasuh anak-anak.[8]
  Istilah dewasa berasal dari kata adult dari kata kerja latin seperti juga adolescene – adolescere yang berarti tumbuh menjadi dewasa akan tetapi kata adult berasal dari bentuk lampau partisipel dari kata adultus yang berarti telah tumbuh menjadi kekuatan dan ukuran yang sempurna atau telah menjadi dewasa. Oleh karena itu orang dewasa adalah individu yang telah menyelesaikan pertumbuhannya dan siap menerima kedudukan dalam masyarakat. Dewasa dibagi menjadi :
a.Masa dewasa dini, dimulai pada umur 18 tahun sampai kira-kira 40 tahun saat perubahan-perubahan fisik dan psikologis yang menyertai berkurangnya kemampuan reproduktif.
b.Masa dewasa madya, dimulai pada umur 40 tahun sampai pada umur 60 tahun yakni saat baik menurutnya kemampuan fisik dan psikologis yang jelas nampak pada setiap orang.
c.Masa dewasa lanjut (senescence), dimulai pada umur 60 tahun sampai kematian.
Pada waktu ini baik kemampuan fisik maupun psikologis cepat menurun.[9] 

Dalil pendidikan Aqidah pada remaja dan dewasa.
1.  QS. Luqman Ayat 13
Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia         memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu      mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah)             adalah benar-benar kezaliman yang besar.”
2.  QS. Luqman Ayat 16
Artinya : “(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu             perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau         di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). 
                  Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”[10]
3.  QS. At-Tahrim Ayat 6
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api          neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya         malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah      terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu      mengerjakan apa yang diperintahkan.”[11]
Cara pendidikan Aqidah pada remaja dan dewasa.
Mengetahui secara optimal perubahan-perubahan yang terjadi pada anak-anak mereka yang sedang puber dengan melakukan pengamatan yang jeli.
Mengarahkan mereka (anak-anak) untuk selalu pergi kemesjid sejak kecil sehingga memiliki disiplin naluriah dan andil yang potensial dalam lingkungan rabbaniah.
Jika dia seorang pemuda, anjurkan untuk membiasakan shalat berjamaah dan membaca Al-Quran.
Membuka dialog dan menyadarkan mereka akan status sosial mereka.
Menanamkan rasa percaya diri pada diri mereka dan siap mendengarkan pendapatpendapat mereka.
Menyarankan agar menjalin persahabatan dengan teman-teman yang baik. sikap tersebut dapat menjadi perbuatan-perbuatan nista.
Mengembangkan potensi mereka di semua bidang yang bermanfaat.
Menganjurkan kepada mereka untuk berpuasa sunah karena hal itu dapat menjadi perisai dari kebobrokan moral.[12]
Mendidiknya untuk menaati kepada Allah, menaati Rasul-Nya, dan merasakan adanya pengawasan Allah.[13]
Mendorongnya untuk giat mencari ilmu.[14]
Mencarikan suami/istri yang shalih.[15]
TUJUAN PENDIDIKAN AQIDAH
            Tujuan upaya pendidikan pada remaja dan dewasa dalam hal ini adalah sebagai berikut:
1). Perubahan yang diinginkan, yang diusahakan oleh proses pembinaan keimanan dalam rangka sosialisasi tata nilai ajaran agama Islam.
2). Perubahan pada aspek pengetahuan, sikap dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.
3). Menciptakan manusia agar dirinya secara sadar mau mengakui sebagai hamba Allah yang mau mengabdikan diri kepada-Nya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam al-Qur'an surat adz-Dzariyat ayat 56 yang berbunyi:
      “Dan tidaklah Allah menciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk menyembah-Ku.”(QS. adz-Dzariyat)

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah Ibnu Sa’d Al-Falih, Tarbiyyatul Abnaa. Terj.  Kamran As’at Irsyady, Lc.  Bandung : Isyad Baitus Salam, 2007. 
Bintusy Maqal Syathi‟, fial-Insan (Tahapan Perkembangan Manusia),terj. Adib  Arief, (Yogyakarta : LKPSM, 1997),
H. Ahmadi & Syukron Nafis, , Pendidikan Madrasah Dimensi Profesional dan  Kekinian, Yogyakarta: Laksbang Pressindo, 2010.
Husin Abdullah, Model Pendidikan Luqman Al-Hakim; Kajian Tafsir Sistem           Pendidikan Islam dalam Surah Luqman, Yogyakarta: Insyira, 2013 http://www.sarjanaku.com/2013/03/pengertian-remaja-definisi-menurut-para-
             ahli.html?m=1,
             remaja
Kumaidi, dkk,  Aqidah-Akhlak kelas 11 semester genap, (Sragen: Akik Pustaka,
             2006), 
Kamus besar bahasa Indonesia
M. Khamzah, Al-Qur’an Hadist kelas xi Semerter Ganjil , (Sragen: Penerbit Akik
             Pusaka, 2006
Najib Khalid Al-‘Amir. Min asaalibir-Rasul Saw. Fit-Tarbiyah. Terjemahan Ibnu  Muhammad & Fakhruddin Nursyam. Jakarta: Gema Insani Press, 1996. 
Sunaryo, Al-Quran Dan Terjemahnnya, Surabaya: Surya Cipta Aksara, 1993
Ujang Tatang Wahyudin, ABG islami: Kiat-kiat Efektif Mendidik Anak dan Remaja,
            Bandung: Pustaka Hidayah, 2003







[1] Ujang Tatang Wahyudin, ABG islami: KIat-kiat Efektif Mendidik Anak dan Remaja, (Bandung: Pustaka Hidayah, 2003), hlm 227.
[2] Dr. H. Ahmadi & H. Syukron Nafis, M.M, Pendidikan Madrasah Dimensi Profesional dan Kekinian, (Yogyakarta: Laksbang Pressindo, 2010), hlm 11.
[3] Drs. Kumaidi, M.Pd. dkk,  Aqidah-Akhlak kelas 11 semester genap, (Sragen: Akik
Pustaka, 2006), hlm 29
[4] Ujang Tatang Wahyudin, op.cit. hlm 227
[5]Kamus besar bahasa Indonesia 
[6] Dr. H. Ahmadi & H. Syukron Nafis, M.M, op cit. hlm 11
[7] Sarjanaku diakses, http://www.sarjanaku.com/2013/03/pengertian-remaja-definisi-menurutpara-ahli.html?m=1, pada tanggal 8 desember 2017, pukul 19:05
[8] Bintusy Maqal Syathi‟, fial-Insan (Tahapan Perkembangan Manusia),terj. Adib Arief, (Yogyakarta : LKPSM, 1997), hlm. 102.
[9] Kajad diakses, http://kajad-alhikmahkajen.blogspot.co.id/2010/01/perkembangan-agamapada-usia-remaja dan.html?m=1 pada tanggal 8 desember 2017, pukul 20:00
[10] Drs. M. Khamzah, M.ag.  Al-Qur’an Hadist kelas xi Semerter Ganjil , (Sragen: Penerbit
Akik Pusaka, 2006). hlm.7    
[11] Abdullah Husin, Model Pendidikan Luqman Al-Hakim; Kajian Tafsir Sistem Pendidikan
Islam dalam Surah Luqman, (Yogyakarta: Insyira, 2013), hlm. 37
[12] Najib Khalid Al-‘Amir. Min asaalibir-Rasul Saw. Fit-Tarbiyah.Terjemahan Ibnu Muhammad & Fakhruddin Nursyam. (Jakarta: Gema Insani Press, 1996). hlm. 130
[13] Abdullah Ibnu Sa’d Al-Falih, Tarbiyyatul Abnaa. Terj.  Kamran As’at Irsyady, Lc. (Bandung : Isyad Baitus Salam, 2007). Hlm 117
[14]Ibid. hlm. 141
[15] Ibid. hlm. 151

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "PENDIDIKAN AQIDAH REMAJA DAN DEWASA"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Get the latest article updates from this site via email for free!