KEMBANGIN POTENSI DIRIMU !!

TIPE PENGAMBILAN KEPUTUSAN


      Pengertian pengambilan keputusan (Decision Making)
Keputusan merupakan hasil pemecah dalam suatu masalah yang harus dihadapi dengan tegas. Dalam kamus besar Ilmu pengetahuan pengambilan keputusan (Decision Making) didefinisikan sebagai pemilihan keputusan atau kebijakan yang didasarkan atas kriteria tertentu. Proses ini meliputi dua alternatif atau lebih karena seandainya hanya terdapat satu alternatif tidak akan ada satu keputusan yang akan diambil.[1]
Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Hal itu berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai apa yang harus dilakukan dan seterusnya mengenai unsur-unsur perencanaan. Dapat juga dikatakan bahwa keputusan itu sesungguhnya merupakan hasil proses pemikiran yang berupa pemilihan satu diantara beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.
Keputusan itu sendiri merupakan unsur kegiatan yang sangat vital. Jiwa kepemimpinan seseorang itu dapat diketahui dari kemampuan mengatasi masalah dan mengambil keputusan yang tepat. Keputusan yang tepat adalah keputusan yang berbobot dan dapat diterima bawahan. Ini biasanya merupakan keseimbangan antara disiplin yang harus ditegakkan dan sikap manusiawi terhadap bawahan. Keputusan yang demikian ini juga dinamakan keputusan yang mendasarkan diri pada human relations.
 Setelah pengertian keputusan disampaikan, kiranya perlu pula diikuti dengan  pengertian tentang “pengambilan keputusan”. Ada beberapa definisi tentang pengambilan keputusan, dalam hal ini arti pengambilan keputusan sama dengan pembuatan keputusan, misalnya
Terry mendefinisikan  pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku dari dua alternatif atau lebih ( tindakan pimpinan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam organisasi yang dipimpinnya dengan melalui pemilihan satu diantara alternatif-alternatif yang dimungkinkan).[2]
Menurut Siagian pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan terhadap hakikat suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta dan data, penentuan yang matang dari alternatif yang dihadapi dan pengambilan tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.[3]
Dari kedua pengertian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa keputusan itu diambil dengan sengaja, tidak secara kebetulan, dan tidak boleh sembarangan. Masalahnya telebih dahulu harus diketahui dan dirumuskan dengan jelas, sedangkan pemecahannya harus didasarkan pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang ada.

      Prinsip-Prinsip Pembuatan Keputusan
Suatukeputusan merupakan ketetapan yang dampaknya prinsip mwerupakan asas dasar atau suatu kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir,bertindak dan sebagainya. Prinsip-prinsip pembuatan keputusan merupakansekumpulan aturan pokok asas dasar bagi pembuat keputusan yan pokok dasar dalam membuat keputusan yang menjadi poko dasar membuat keputusan. Beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh para pembuat keputusan adala :
a.       Keputusan berada dalam kekuasaan. Keputusan tidaklah sah apabila dibuat bukan oleh orang yang memiliki kekuasaan. Keputusan organisasi sepenuhnya dibuat dibawah tindakan pembuat keputusan.
b.      Mempertimbangkan semua hal yang relevan dan membuang jauh-jauh hal yang tidak relevan
c.       Pembuat keputusan tidak boleh membuat keputusan untuk perbuatan tidak jujur dan untuk tujuan yang salah
d.      Pembuat keputusan harus menjamin bahwa kegiatan didasarkan bukti
e.       Keputusan harus masuk akal.
f.       Orang yang mungkin terkait dengan keputusan harus disetujui dengan prosedur yang adil yang merupakan prinsip prinsip keadilan
g.      Mempertimbangkan kebijakan pemerintah
h.      Pembuat keputusan tidak mendasarkan keputusannya hanya atas petunjuk orang lain atau seseorang.[4]

     Tipe-tipe pengambilan  Keputusan dalam Manajemen
            Pembuatan keputusan adalah bagian kunci kegiatan manajer. Kegiatan ini memainkan peranan penting, terutama bila manajer melaksanakan fungsi perencanaan. Perencanaan menyangkut keputusan-keputusan sangat penting dan jangka panjang yang dapat dibuat manajer. Dalam proses perencanaan, manajer memutuskan tujuan-tujuan organisasi yang akan dicapai, sumber daya yang akan digunakan, dan siapa yang akan melaksanakan setiap tugas yang dibutuhkan. Seluruh proses perencanaan itu melibatkan manajer dalam serangkaian situasi pembuat keputusan. Kualitas keputusan-keputusan manajer akan menentukan efektifitas rencana yang disusun.
             Pengambilan keputusan sangat penting dalam manajemen dan merupakan tugas utama dari sseorang pemimpin (manajemen). Pengambilan keputusan (decision making) diproses oleh pengambilan keputusan(decision maker) yang hasilnya keputusan (decision), berikut adalah beberapa tipe-tipe keputusan :
1.      Keputusan Auto Generated
Keputusan semacam ini diambil dengan cepat dan kurang memperhatikan, mempertimbangkan data, informasi, fakta, dan lapangan keputusannya. Keputusan auto generated ini kurang baik, sebab resikonya tinggi.
2.      Keputusan Induced
Keputusan induced diambil berdasarkan scientific managemen atau manajemen ilmiah, sehingga keputusan itu logisk, ideal, rasional relative kecil; Cuma proses pengambilan keputusan lebih lambat.
Dalam pembuatan keputusan ada proses-proses yang harus dijalani, karena jika tidak sebuah keputusan itu bisa saja salah, maka itu butuh penanganan yang serius.

TIPE INFORMASI
Sistem informasi sekarang peranannya tidak hanya sebagai pengumpul data dan mengolahnya menjadi informasi berupa laporan-laporan keuangan saja, tetapi mempunyai peranan yang lebih penting di dalam menyediakan informasi bagi manajemen untuk fungsi-fungsi perencanaan, alokasi-alokasi sumber daya, pengukuran dan pengendalian. Laporan-laporan dari sistem informasi memberikan informasi kepada manajemen mengenai permasalahan-permasalahan yang terjadi didalam organisasi untuk menjadi bukti yang berguna didalam menentukan tindakan yg diambil. Sistem informasi menyediakan 3 macam tipe informasi :
a.     Informasi pengumpulan data (Scorekeeping information) : informasi yang berupa akumulasi atau pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan. Berguna bagi manajer bawah untuk mengevaluasi kinerja personil-personilnya.
b.      Informasi Pengarahan perhatian (attention directing information) : membantu manajemen memusatkan perhatian pada masalah-masalah yg menyimpang, ketidakberesan. Informasi ini membantu manajemen menengah untuk melihat penyimpangan2 yg terjadi.
c.       Informasi Pemecahan masalah (Problem Solving information): informasi untuk membantu para manajer atas mengambil keputusan memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Problem solving biasanya dihubungkan dgn keputusan yang tidak berulang-ulang serta situasi yang membutuhkan analisis yang dilakukan oleh manajemen tingkat atas.[5]


 TAHAPAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Simon (1960) memperkenalkan empat aktivitas dalam proses pengambilan keputusan:
Intelligence: Pengumpulan informasi untuk mengidentifikasikan permasalahan.
Design : Tahap perancangan solusi dalam bentuk alternatif2 pemecahan masalah.
Choice: Tahap memilih dari solusi dari alternatif-alternatif yang disediakan.
Implementation : Tahap melaksanakan keputusan dan melaporkan hasilnya.

Langkah-langkah Pengambilan Keputusan rasional
Pengambilan keputusan yang rasional sangat diperlukan bagi setiap organisasi dimana para manjer dituntut melakukan suatu tindakan yang lebih rasional dalam menghadapi setiap masalah yang ada. Pengambilan Keputusan Rasional adalah suatu proses sistematik dimana para manjer menetapkan masalah, mengevaluasi alternatif dan memilih optimal untuk memberikan manfaat yang maksimal kepada organisasi. Menurut Chuck Williams (2001) langkah-langkah pengambilan keputusan yang rasional adalah sebagai berikut :
1). Mendefinisikan masalah
Langkah pertama dalam pengambilan keputusan adalah mengenali masalah yang ada. Suatu masalah timbul apabila ada perbedaan antara keingina yang ditetapkan dengan keadaan yang sesungguhnya terjadi. Adanya perbedaan ini tidak menjamin bahwa manajer akan langsung membuat keputusan menyelesaikan masalah. Pertama manajer harus mengetahui adanya perbedaan. Manajer harus termotivasi untuk mengurangi perbedaan tersebut. Ketiga, selain hal-hal tersebut manajer juga harus memilikki pengetahuan, keterampilan, kemampuan dan sumber-sumber daya untuk menyelesaikan masalah tersebut.
2). Mengidentifikasi kriteria keputusan
Kriteria keputusan adalah ukuran dasar yang digunakan untuk menuntun pertimbangan dan keputusan. Pada umumnya semakin banyak ditemukan kriteria yang memungkinkan untuk memecahkan masalah, maka akan semakin baik pemecahan masalahnya.
3). Menimbang kriteria
Setelah mengetahui kriteria keputusan, langkah berikutnya adalah memutuskan kriteria mana yang lebih penting atau kurang penting. Sementara banyak jumlah model matematika yang dapat dipakai untuk menimbang kriteria keputusan, semuanya memerlukan pengambil keputusan untuk menentukan peringkat awal kriteria keputusan. Beberapa menggunakan perbandingan mutlak (absolute comparisons), adalah dimana setiap patokan dibandingkan dengan ukuran dasar  (standar) atau tingkatan atas manfaatnya sendiri. Metode lain adalah perbandingan nisbi (relative comparisons) dimana masing-masing patokan dibandingkan secara langsung terhadap tiap-tiap patokan yang lain.
4). Membuat alternatif pilihan tindakan
Setelah mengenali dan menimbang kriteria keputusan, langkah berikutnya adalah mengenali pilihan tindakan yang mungkin dapat memecahkan masalah. Pada langkah ini, pemikirannya adalah untuk menyusun sebanyak mungkin alternatif.Mengevaluasi setiap alternative Langkah berikutnya adalah secara sistematis mengevaluasi tiap-tiap alternatif terhadap masing-masing patokan. Karena sejumlah informasi harus dikumpulkan. langkah ini memakan waktu jauh lebih lama dan lebih mahal dari langkah lain dalam proses pengambilan keputusan. Kemudian pada saat informasi telah terkumpul, dapat dipergunakan untuk mengevaluasi setiap alternatif terhadap setiap patokan.
5). Memperkirakan keputusan yang optimal
Langkah terakhir dalam proses pengambilan keputusan adalah memperkirakan keputusan yang paling optimal dengan menentukan nilai optimal setiap alternatif. Ini dilakukan dengan mengalikan penilaian setiap patokan ( langkah 5) dengan bobot patokan tersebut (langkah 3), dan kemudian menjumlahkan nilai-nilai tersebut setiap alternatif rangkaian tindakan yang disusun (langkah 4).
6). Partisipasi dalam pengambilan keputusan
Keputusan utama dalam dunia bisnis jarang dibuat oleh seorang individu. Pengambilan keputusan yang efektif sering tergantung pada apakah manajer melibatkan orang-orang yang benar dengan cara yang tepat dalam membantu mereka menyelesaikan masalah. Saat ini banyak manajer yang melibatkan karyawan level bawah dalam proses pengambilan keputusan mungkin membutuhkan derajat partisipasi bawahan yang lebih tinggi.

Keunggulan dan Kelemahan dalam pengambilan keputusan Partisipatif :
Kebaikan pengambilan Keputusan Partisipasi:
a.       Memberikan jumlah pengetahuan yang lebih besar, menawarkan pengetahuan dan fakta yang lebih banyak dalam rangka mengindentifikasi solusi potensial dan menghasilkan beberapa alternatif keputusan.
b.      Kelompok lebih menerima resiko. Kelompok diskusi dapat meningkatkan kepuasan anggota dan menghasilkan dukungan bagi kemungkinan keputusan yang beresiko.
c.       Para anggota lebih termotivasi untuk melakukan keputusan. Individu yang diambil bagian dalam pengambilan keputusan akan merasa puas dengan keputusan yang diambl dan akan berusaha mendukung keputusan tersebut, sehingga akan memfasilitasi implementasi.
d.      Kreativitas lebih besar. Individu-individu dalam kelompok yang diberikan kebebasan dalam memberikan saran-saran dan pendapat kepada pimpinan akan terdorong lebih kreatif dan inovatif.
Kelemahan pengambilan keputusan partisipasi :
a.       Memakan biaya dan waktu. Keputusan yang diambil secara kelompok biasanya lebih membuang waktu. Orang-orang saling melakukan konsultasi, mendiganosis masalah dan mendiskusikan solusi.
b.      Hasil kompromi, bukan keputusan kelompok. Kurang optimalnya hasil keutusan karena biasanya kelompok berusaha meraih kompromi solusi.
c.       Salah satu anggota sominan, bukan keputusan kelompok. Pemikiran kelompok merupakan fenomena di mana orang-orang begitu terikat dengan kesatuan kealompok sehingga mereka enggan mengeluarkan pendapat yang bertentangan dengan mengesampingkan motivasi untuk secara realistis mempertimbangkan beberapa alternatif.[6]

DAFTAR PUSTAKA
Dagun, M. Save, Kamus Besar Ilmu Pengetahuan,Jakarta: Lembaga pengkajian Kebudayaan Nusantara LPKN,2006
Syamsu, Ibnu, Pengambilan keputusan dan sistem informasi,Jakarta:Bumi Aksara,2000
Engkoswara, Prof.Dr.H. M.Ed & Komariah, Dr.Hj.Aan, M.pd., Administrasi Pendidikan Bandung: Alfabeta, cv, 2011
Sari, Febrina, Metode dalam pengambilan keputusan, (Yogyakarta: CV Budi utama,2018
     



[1]M. Save Dagun, Kamus Besar Ilmu Pengetahuan,(Jakarta: Lembaga pengkajian Kebudayaan Nusantara (LPKN,2006), h. 185
[2] Ibnu Syamsu, Pengambilan keputusan dan sistem informasi,(Jakarta:Bumi Aksara,2000) h.5
[3] Ibid
[4] Prof.Dr.H. Engkoswara M.Ed & Dr.Hj.Aan Komariah, M.pd., Administrasi Pendidikan (Bandung: Alfabeta, cv, 2011 ) h.110
[5]Ibnu Syamsu, Pengambilan keputusan dan sistem informasi,h. 5
[6] Febrina Sari, Metode dalam pengambilan keputusan, (Yogyakarta: CV Budi utama,2018) h.169

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "TIPE PENGAMBILAN KEPUTUSAN"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Get the latest article updates from this site via email for free!