KEMBANGIN POTENSI DIRIMU !!

EVALUASI PENDIDIKAN


Unsur actuating  merupakan bagian dari proses kelompok yang di dalamnya terdapat tindakan komando. Tindakan membimbing, memberikan petunjuk dan mengarahkan kepada tujuan. Di dalam proses ini juga, seseorang bisa memberikan motivasi untuk memberikan pengertian dan kesadaran terhadap apa yang sedang dikerjakan staf atau bawahan, sehingga mereka bisa kekerja secara tekun dan  baik guna mencapai tujuan.
Soekarno dalam bukunya Dasar-Dasar Manajemen memberikan rumusan actuating sebagai “Suatu fungsi pembimbing dan pemberian pimpinan serta penggerakan orang (dalam kelompok) agar kelompok itu suka dan mau bekerja”.[1]
Dari definisi di atas dapat diketahui bahwa tekanan yang terpenting dalam actuating adalah tindakan membimbing, mengarahkan, menggerakkan, agar orang-orang dalam suatu kelomppok tertentu bisa bekerja dengan baik, tenang, tekun sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.2
Dalam masalah actuating ini, al-Qur’an telah memberikan pedoman dasar terhadap proses pembimbingan, pengarahan ataupun memberikan peringatan, antara lain dalam Q.S al-Kahf ayat 2 yang artinya sebagai berikut, “Sebagai pembimbing yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberikan berita gembirakepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pahala yang baik”.  
Kegiatan membimbing dan memberikan peringatan merupakan faktor yang sangat penting dalam suksesnya suatu rencana. Tindakan-tindakan di luar perencanaan yang matang apalagi jika secara subsantif bertentangan dengan rencana yang dibuat, tentunya turut mempengaruhi kelangsungan proses penyelenggaraan pendidikan yang diharapkan bisa mencapai tujuan yang diharapkan.
Hal lain yang tidak kalah pentingnya dalam actuating ini adalah pemberian motivasi. Motivasi merupakan suatu kemampuan seseorang untuk memberikan kegairahan, kegiatan atau pengertian sehingga orang lain mau mendukung dan bekerja dengan suka rela untuk mencapai tujuan organisasi sesuai dengan tugas yang dibebankan kepadanya.
Fungsi motivasi berkenaan dengan prilaku manusia, bagaimana manusia itu mau mendukung dan bekerja untuk sesuatu gagasan tertentu. Perilaku manusia tergantung ada emosi, stamina, semangat, cita-cita dan adat istiadat yang melatarbelakangi manusiaa tersebut. 
Dalam al-Qur’an banyak ditemukan ayat-ayat yang memberi isyarat akan perlunya motovasi, antara lain dalam bentuk memberikan balasan atau penghargaan terhadap sesuatu pekerjaan. Masalah ini secara detail dapat dikemukakan secara berikut.
 Pertama, orang yang melakukan / berbuat baik akan mendaapat pahala yang besar dari Allah. Hal ini antara lain terdapat dalam surah al-Ahzab ayat 29 yang artinya, “Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar”.
Firman Allah dala al-Qur’an surah Ali Imran ayat 172 yang artinya, “(Yaitu) orang-orang yang menta’ati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam perang Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan diantara mereka dan yang bertakwa ada pahala paling besar”.
Lebih lanjut ditegaskan bahwa pahalanya itu sepuluh kali lipat amalnya sebagai terkandung dalam Q.S al-An’an ayat 60 atau lebih baik daripada kebaikannya itu seperti Q.S. al-Qashash ayat 84.
Kedua, orang yang melakukan / berbuat kebaikan akan mendapatkan kebaikan sebagaimana yang dijelaskan dalam Q.S. al-Rahman ayat 60; dan al-Syura ayat 23, baik di dunia (lihat Q.S. al-Nahl ayat 30; Q.S. al-Zumar ayat 10) maupun di akhirat dalam bentuk syurga (lihat Q.S. Yunus ayat 26; dan al-Ra’du ayat 22).
Seorang muslim seyogyanya selalu berdo’a kepada Allah untuk mendapatkan keebahagiaan dan itu bisa ia jadikan motivasi dalam setiap gerak dan langkahnya. Di dalam al-Qur’an disebutkan, “Dan diantara mereka ada orang yang berdo’a: “Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka”. 
Menurut Toshihiko Izutsu kata hasanah dalam ayat di atas mengandung arti kebahagiaan, kemakmuran, atau keberuntungan. M. Quraish Shihab lebih jauh menjelaskan bahwa terdapat bermacam-macam penafsiran ulama tentang makna hasanah di dunia dan hasanah  di akhirat. Adalah bijaksana memahaminya secara umum, bukan hanya dalam arti iman yang kukuh, kesehatan, afiat, rezeki yang memuaskan, pasangan yang ideal dan anak-anak yang shaleh, tetapi segala yang menyenangkan di hari kemudian. Demikian juga hasanah di akhirat, hisab / perhitungan yang mudah, masuk ke surge dan mendapat ridha-Nya, tetapi lebih dari itu, karena anugerah Allah tidak akan dihapuskan dosa-dosanya. Allah berfirman dalam al-Qur’an surah Hud ayat 114 yang artinya, “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang buruk”.
Tentunya masih banyak faktor lain yang dapat memotivasi seseorang giat bekerja sehingga ia memiliki sense of belonging of responsibility terhadap pekerjaannya.

Fungsi Administrasi

Administrasi pendidikan merupakan tindakan mengoordinasikan perilaku manusia dalam dalam pendidikan untuk menata sumber daya yang ada dengan sebaik-baiknya sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara produktif. Administrator bertanggung jawab untuk mengolah sistem pendidikan. [2]
Berikut beberapa fungsi umum administrasi:
1.      Pekerjaan terbagi secara efektif
2.      Tugas-tugas diselesaikan lebih efisien karena adanya manajemen yang tepat.
3.      Tujuan-tujuan yang ingin diperoleh disetarakan dengan beban kerja yang ada.
4.      Fungsi administrasi apabila dianggap tata usaha, sehingga administrasi memepermudah pengarsipan dokumen atau laporan.4
Adapun fungsi-fungsi khusus dari administrasi yaitu sebagai berikut:
1.      Planning (Perencanaan)
Planning merupakan sebuah penyusunan perencana yang membutuhkan sebuah aktivitas administrasi, misalnya dalam pengumpulan data, pengolahan data, dan penyusunan perencanaan.
2.      Organizing (Pengorganisasian)
Organizing adalah suatu aktivitas menyusun dan membangun suatu komunikasi kerja antara anggota-anggota sehingga akan tercapai suatu kesatuan usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditargetkan.
3.      Coordinating
Coordinating merupakan sebagian dari fungsi manajemen yang melakukan sejumlah aktivitas agar berjalan baik dengan menjauhi terjadinya sesuatu kekacauan, bentrok, kekosongan aktivitas yang dilaksanakan dengan menghubungkan, menyatukan dan menyesuaikan suatu pekerjaan bawahan yang sehingga terdapat kerjasama yang terencana dalam suatu usaha untuk mencapai suatu tujuan organisasi.
4.      Reporting
Reporting adalah manajemen yang berada pada suatu penyampaian perkembangan atau hasil dari suatu kegiatan dengan pemberian sebuah laporan dari tugas dan fungsi para pejabat yang lebih tinggi baik lisan ataupun tulisan yang sehingga dapat menerima suatu laporan bisa mendapatkan gambaran tentang pelaksanaan tugas orang yang memberi laporan.
5.      Budgeting
Budgeting adalah suatu aktivitas yang mengelola dan perencanaan yang berkepanjangan yang  berhubungan dengan keuangan atau anggaran.
6.      Staffing
Staffing adalah salah satu fungsi dari manajemen yang menyusun personalia pada sebuah organisasi mulia dari merekrut sebuah tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha untuk setiap tenaga petugas memberi suatu daya guna yang maksimal kepada organisasi
7.      Directing (Pengarahan atau Bimbingan)
Directing merupakan salah satu fungsi manajemen yang berinteraksi dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah, untuk tugas yang dilakukan dengan baik dan benar-benar tertuju dari yang sudah ditentukan semula.  

Manajemen pendidikan

Manajemen merupakan padanan kata management dalam bahasa inggris. Kata dasarnya adalah manage atau to manage yang berarti menyelenggarakan, membawa menuju, atau mengarah. Kata manage, juga bermakna mengurus, mengatur, melaksanakan, mengelola, atau menata. Secara leksikal, dalam Oxford Advanced
Learner’s Dictionary (2006) entri manage di artikan sebagai “ to succed in doing something especially something difficult.” Dari sumber yang sama, entri management bermakna sebagai the act of running and controlling business or similar organization. Menurut definisi ini, istilah manajemen sangat populer pada organisasi bisnis atau organisasi organisasi lain yang memiliki kesamaan. Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), entri manajemen diartikan sebagai proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sarana.
 Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, kata manajemen berasal dari bahasa Prancis Kuno, menagementyang berarti seni melaksanakan dan mengatur. Mary Parker Follet, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Di sini seorang manajer bertugas mengatur  dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengoordinasian, dan pengontrolan  sumber daya untuk mencapai sasaran (gools) secara efektif dan efesien. Lester Robert Bittel mengemukakan bahwa, “the most comporehensive definition views management as an integranting process by which authorized individual create, maintain, and operate an organization in the selection an accomplishment of it’s aims.”   Manajemen adalah proses mengintegrasiakn, di mana individu yang memiliki kewenangan mengkreasi, memelihara, dan mengoperasikan organisasi untuk mencapai tujuan – tujuan yang secara selektif telah di tetapkan.
 Kathryn, M. Bartol dan David C. Martin mengemukakan bahawa manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan dari empat fungsi utama, yaitu merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing),memimpin (leding), dan mengendalikan (controlling). Boone dan Kurtz menulis, “management is the use of people and other resources ot accmplish objective.” Manajemen adalah proses mendayagunakan orang- orang dan sumber- sumber lain untuk mencapai tujuan tertentu. Terry mendefinisikan manajeman sebagai sebuah proses yang khas, yang terdiri atas tindakan – tindakan perencanaan, pengorganisasian, menggerakan, dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sarana- sarana yang telah di tetapakan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber – sumber lain untuk mencapai tujuan.[3]
 Koontz dan Weihrich mengemukakan definisi manajemen sebagai“the process of desinhning an environment in which individuals,working together in groups, efficiently accopmplish selected aims.” Manajemen, karenanya, merupakan proses mendesain dan memelihara lingkungan, di mana individu bekerja bersama di dalam kelompk untuk mencapai tujuan – tujuan tertentu secara efisen scanlan dan key mendefinisikan manajemen sebagai proses pengkoordinasian dan pengintegrasian semua sumber, baik manusia, fasilitas, maupun sumber daya teknikal lain, untuk mencapai aneka tujuan khusus yang di tetapkan.
 Manajemen pendidikan merupakan suatu proses mengoptimasi sumber daya kependidikan yang tersedia dan yang dapat di akses untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisen. Menurut made pidata manajemen pendididkan itu dapat diartikan sebagai aktivitas memeadukan sumber- sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan  yang telah di tentuukan seblumnya. Aktivitas itu antara lain meliputi merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, mengendalikan



tenanga pendidikan dan sumber daya pendididkan untuk mencapai tujan pendidikan. Manajeman pendidikan ialah suatu ilmu yang mempelajari bagaiman menata sumber daya yang baik dan sehat untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah di tetapkan secara produktif. Menurut pendapat lain manajemen pendidikan sebagai proses memberdayakan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran secara efektif dan efisien. Manajemen pendidikan adalah proses kerja untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien dengan mengoptimasi sumber daya melalui aktivitas merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, mengendalikan, melakukan tindakan lanjut secara taat asas.
 Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan. Efisien berarti bahwa tugas yang dilakukan  secara benar, terorganisisr, dan sesuai dengan jadwal. Rumusan ini berlaku untuk berbagai bidang, seperti industri, pendidikan, kesehatan, bisnis, finalisial, dan sebagainya. Istilah efektif juga merunjuk pada daya guna, cara dan lamanya suatu proses mencapai tujuan tersebut.
  Ilmu manajemen merupakan suatu kumpula pengetahuan yang dusistemisasi, dikumpulkan, dan di terima kebenaranya. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran metode ilmiah yang dapat digunakan dalam setiap penyelesaian masalah dalam manajemen. Follet mempersepsi manajemen adalah sebuah senisecara simultan. Demikian juga dalam praktek kerja menejer sebagai pemimpin. Manajemen merupakan senindan ilmu untuk mengatur agar orang mau bertindaka.[4]
a. Manajemen pendidikan dalam perspektif al-quran
1.      Pengertian manajemen pendidikan
Manajemen pendidikan terdidir dari dua istilah, yaitu manajemen dan pendidikan. Sebelum mengartikan istilah manajemen pendidikan ,terlebih dahulu dikemukakan  manajemen dan pengertian manajemen dan pengertian pendidikan. Manajemen adalah suatu proses atau fungsi – fungsi yang harus dijalankan dalam suatu kelompok tertentu secara efektif dan efsian sehingga dapat mencapai hasil atau tujuan ditetapkan. Dari definisi di atas juga diketahui bahwa manajemen adalah proses, bukan seni. Mengartikan manajemen sebagai seni mengandung arti bahwa hal itu adalah kemampuan atau keterampilan pribadi. Kalau dikatakan suatu proses, itu berarti mengandung cara yang sistematis untuk  melakukan kegiatan. Istilah manajemen dalam al-Qur`an mungkin tepat disebut sebagai “idarah”. Hal ini mengacu kepada firman Allah swt. Q.S. Al-Baqarah ayat 282 sebagai berikut.”dan janganlah kamu jenuh menulis hutang itu, lebih baik kecil maupun besar sampai batas waktu pembayaran. Yang demikian itu. Dan lebih adil disisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada Allah dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan)keraguanmu, (Tulisah mu amalmu itu), kecuali jika mu`amalah itu pedagang tunai yang kamu jalankan di antara kamu. Ayat di atas sesungguhnya menerangkan  tentang  persoalan yang berhubungan dengan urusan sesama manusia, yakni persoalan jual beli, transaksi atau persoalan kesekretariatan. Maka tidak heran menemukan ilmu manajemen itu dari persoalan-persoalan yang berhubungan dengan usaha atau bisnis, perdagangan, perniagaan atau perindustrian, yang kemudian berkembang menjadi ilmu pengetahuan yang mempelajari setiap usaha kelompok untuk lebih terarah serta mudah mendapat keberhasilan. 

2.      Tujuan Manajemen Pendidikan Dalam Perspektif al-Qur`an 
Pada dasarnya tujuan pokok manajemen pendidikan adalah keinginan untuk memanifestasikan efektifitas dan efesiensi yang optimal dalam menyelanggarakan tugas-tugas operasional pendidikan yang bersifat teknis guna mencapai tujuan pendidikan. Dalam tujuan pokok di atas, ada dua kata kunci yang harus menjadi perhatian yang utama, yakni efektifitas dan efisiensi. [5]

C. Unsur-unsur Fungsi  Manajemen Pendidikan dalam Perspektif al-Qur`an
a.                     Konsep Louis A. Allen,dalam bukunya Management and Organization, unsur-unsur manajemen meliputi planning(perencanaan),
organizing(peroganisasian), coordination(koordinasi),motivating(motivasi), dan controling (pengawasan).
b.                    Konsep Koontz, Harold dan Cyril O. Donnell dalam bukunya Principle of
Management, unsur-unsur tersebut meliputi planning, organizaing, staffing, directing dan controlling.
c.                     Konsep Henry Fayol, beliau adalah serang pelopor ilmu manajemen sesudah Taylor, menyebutkan bahwa unsur-unsur manajemen tersebut adalah planning, organization, comand, coordination, dan control.

1.  Planning (Perencanaan)
    Secara sederhana planning (perencanaan) berarti memecahkan seseuatu yang lebih dahulu, untuk melaksanakan segala suatu atay aktivitas. Menurut Kamalam Muhammad Isa, perencanaan adalah suatau pemikiran yang mantap terhadap kerjaan yang akan dilakukan agar bentuk dan tahapan pelaksanaannya dapat berjalan menuju garis yang telah ditentukan yang jelas,baik sasaran maupun caranya
Di samping itu, rencana memungkinkan:
a.                   Organisasi bisa memperoleh dan mengikat sumber daya yang diperlukan     untuk mencapai tujuan-tujuan
b.                  Para anggota organisasi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan  yang konsisten  dengan berbagai tujuan dan prosedur terpilih,
c.                   Kemajuan terus dapat di monitor dan diukur, sehingga tindakan korektif dapat diambil bila tingkat jemajuan tidak memuaskan.[6]

2.  Organizing(Peroganisasian)
      Dalam pendidikan, organizing merukapan faktor yang sangat menentukan dan erat kaitannya dengan perencanaan yang telah menjadi patokan, di dalam menggerakan orang-orang  guna mencapai tujuan. Karena kelompok itu sendiri terdiri terdiri dari beberapa orang yang bekerja sesuai dengan bidang keahlian dan profesinya masing-masing, maka kerjasama yang terpadu antara semua itu merupakan suatu keniscayaan





3.  Actuanting(Pergerakan)
            Unsur actuanting merupakan bagian dari proses kelompok yang didalamnya terdapat tindakan komando, tindakan memimbing, memberikan petunjuk dan mengarahkan kepadatujuan. Di dalam proses ini juga, seseorang bisa memberikan motivasi untuk memberikan pengertian dan kesadaran terhadap apa yang telah terhadap apa yang sedang dikerjakan staf atau bawahan, sehingga mereka bisa bekerja secara tekun dan baik guna mencapai tujuan.

4.  Communication (Komunikasi)
            Komukasi dapat di artikan sebagai proses dimana seseorang, kelompok atau organisasi (the sender),organisasi dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Pada umumnya secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, atau mengangkat bahu.

DAFTAR PUSTAKA

Burhanuddin Yusak, Administrasi Pendidikan, Bandung: CV Pustaka Setia, 1998

Denim Sudarwan, yunan danim,Administrasi sekolah dan Manajemen kelas, (Bandung: Cv pustaka setia,2010

Yakin Husnul, Administrasi dan Manajemen Pendidikan, Banjarmasin, Antasari Press, 2011









[1] Husnul Yakin, Administrasi dan Manajemen Pendidikan (Banjarmasin: Antasari Press, 2011) hlm. 13  2 Loc.Cit
[2] Yusak Burhanuddin, Administrasi Pendidikan (Bandung: CV Pustaka Setia, 1998) hlm. 23 4 http://googleweblight.com/i?u=http://hariannetral.com/2015/07/pengertian-administrasi-dan-fungsiadministrasi.html&hl=id-ID Diakses pada hari selasa, 26 Maret 2018 pukul 12.42
[3] Sudarwan danim yunan danim,Administrasi sekolah dan Manajemen kelas, (Bandung: Cv pustaka setia,2010) hlm. 17
[4] Ibid. Hlm 18
[5] Ibid. Hlm.7
[6] Ibid. Hlm.8

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "EVALUASI PENDIDIKAN"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Get the latest article updates from this site via email for free!